Jambi – Kantor wilayah (KANWIL) Perwakilan Kementerian Keuangan (KEMENKEU) Jambi menyampaikan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Jambi hingga 30 April 2026 tetap terjaga dan menunjukkan tren positif.
Realisasi pendapatan maupun belanja negara terus meningkat, sekaligus mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Komite Asset and Liability Committee (ALCo) Regional Provinsi Jambi.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jambi Tunas Agung Jiwa Brata Mengatakan, Dalam upaya menjaga integritas pelayanan publik, Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi juga terus mengimplementasikan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta mendukung Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) melalui budaya kerja OKE, yakni Optimis, Kolaboratif, dan Excellent.
Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan Realisasi pendapatan negara dan hibah di Provinsi Jambi hingga akhir April 2026 mencapai Rp2,49 triliun atau tumbuh 51,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan pajak netto tercatat sebesar Rp2,03 triliun atau meningkat 88,65 persen secara tahunan. Capaian tersebut berasal dari penerimaan pajak bruto sebesar Rp2,61 triliun, sementara restitusi pajak mencapai Rp.576,96 miliar. Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari sektor pertambangan dan penggalian, administrasi pemerintahan, serta industri pengolahan.
Sementara itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp136,94 miliar atau 40,89 persen dari target. Penerimaan terbesar berasal dari Bea Keluar (BK) komoditas kelapa sawit dan turunannya, disusul Bea Masuk (BM) yang didorong meningkatnya impor sejumlah komoditas.
Di sisi lain, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp371,70 miliar atau tumbuh 21,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp226,57 miliar. Dari jumlah tersebut, jasa pelayanan pendidikan menyumbang Rp176,98 miliar yang berasal dari satuan kerja perguruan tinggi seperti Universitas Jambi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dan Poltekkes Jambi.
Belanja Negara Tumbuh 13,88 Persen Realisasi belanja negara di Provinsi Jambi hingga April 2026 mencapai Rp6,24 triliun atau tumbuh 13,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga di daerah terealisasi sebesar Rp2,01 triliun atau 27,43 persen dari pagu anggaran.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja modal yang meningkat hingga 1.077,19 persen, diikuti belanja barang sebesar 28,39 persen dan belanja pegawai sebesar 28,18 persen. Kondisi ini menunjukkan percepatan pelaksanaan program pemerintah dan meningkatnya aktivitas belanja sejak awal tahun.
Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD) telah mencapai Rp4,23 triliun atau 39,35 persen dari target. Meski secara tahunan mengalami kontraksi 7,59 persen, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar 40,89 persen dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 4,44 persen.
Penyaluran KUR dan UMi Dorong UMKM Naik Kelas Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Hingga 30 April 2026, penyaluran KUR di Provinsi Jambi mencapai Rp2,68 triliun kepada 28.662 debitur atau 38,81 persen dari target. Nilai tersebut tumbuh 12,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi sektor terbesar penerima KUR dengan porsi 67,49 persen dari total penyaluran.
Adapun penyaluran terbesar berada di Kabupaten Muaro Jambi dengan nilai Rp.390,30 miliar kepada 4.131 debitur.
Sementara itu, pembiayaan UMi telah disalurkan kepada 21.594 debitur dengan total nilai Rp171,75 miliar. Angka tersebut meningkat 67,27 persen dibandingkan tahun 2025.
Mayoritas debitur menggunakan skema kelompok dengan penyaluran melalui Permodalan Nasional Madani. Penyaluran UMi terbesar tercatat di Kabupaten Tebo dan Kota Jambi.
Komitmen Dukung Pendidikan dan Tata Kelola Keuangan Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi menegaskan bahwa APBN terus dikelola secara prudent, transparan, dan responsif untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Melalui program #UangKita, pemerintah tetap berkomitmen mendukung sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan nasional dengan fokus pada peningkatan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan.
Selain itu, penerapan akuntansi pemerintah berbasis akrual terus diperkuat guna memastikan setiap rupiah yang dikelola negara tercatat secara akurat dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas fiskal sekaligus mewujudkan tata kelola keuangan negara yang andal.
Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi menegaskan akan terus mengoptimalkan pelaksanaan APBN di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
(Roby Hably)













