Example 728x250
Berita

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA: PERSATUAN NASIONAL HARUS MENJADI FONDASI DALAM MENYIKAPI WACANA REFORMASI JILID II

5
×

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA: PERSATUAN NASIONAL HARUS MENJADI FONDASI DALAM MENYIKAPI WACANA REFORMASI JILID II

Sebarkan artikel ini

Jakarta Selatan, 15 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional bertajuk “Menguji Urgensi dan Efektivitas Reformasi Jilid II: Menjaga Persatuan Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global” yang berlangsung di Warkop AA, Jakarta Selatan, pada Senin (15/6), pukul 10.00–11.24 WIB dan dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Charles G, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Charles menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya demokrasi secara kritis, namun tetap mengedepankan kepentingan persatuan nasional.

Menurutnya, berbagai aspirasi perubahan yang berkembang di tengah masyarakat harus ditempatkan dalam kerangka konstitusi dan kepentingan bangsa yang lebih besar.

“Mahasiswa harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Namun di saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab menjaga persatuan nasional. Jangan sampai perbedaan pandangan politik memecah belah bangsa dan melemahkan fondasi ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Charles.

Charles juga mengingatkan bahwa kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, persaingan ekonomi global, serta berbagai tantangan pembangunan nasional membutuhkan suasana yang kondusif dan stabil agar Indonesia mampu terus bertumbuh dan mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Diskusi menghadirkan dua narasumber utama. Pemateri pertama, Owen Dani, Ketua Wilayah Jakarta BEM Kristiani Seluruh Indonesia, membawakan materi mengenai pentingnya persatuan nasional sebagai pilar utama menjaga stabilitas bangsa di tengah dinamika reformasi dan tantangan global.

Dalam paparannya, Owen mengulas perjalanan Reformasi 1998 hingga saat ini, pentingnya menjaga persatuan di tengah meningkatnya polarisasi sosial-politik, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus agen pemersatu bangsa. Ia juga menekankan perlunya membangun budaya kritik yang konstruktif dan solutif demi memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.

“Persatuan nasional merupakan modal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan domestik maupun global. Perbedaan pandangan harus dikelola secara dewasa agar tidak menimbulkan perpecahan yang menghambat pembangunan nasional,” tegas Owen.

Sementara itu, pemateri kedua, Angga Febrianda, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Visioner Indonesia, membahas efektivitas Reformasi Jilid II terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Angga menjelaskan bahwa stabilitas politik memiliki hubungan yang sangat erat dengan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap gejolak politik yang tidak terkendali dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, berbagai tuntutan perubahan harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional serta tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia, termasuk konflik geopolitik internasional, perang dagang, dan perlambatan ekonomi dunia.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan peserta terkait urgensi Reformasi Jilid II, peran mahasiswa dalam menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan persatuan bangsa, serta strategi memperkuat demokrasi tanpa mengorbankan stabilitas nasional.

Sebagai penutup kegiatan, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menggelar deklarasi yang dipimpin oleh Owen Dani dengan seruan:

“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!”

Dalam deklarasi tersebut, BEM KSI menyerukan empat komitmen kebangsaan:
1. Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
2. Mengedepankan Kritik yang Konstruktif dan Solutif dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
3. Mendukung Stabilitas Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Ekonomi guna menghadapi tantangan dan ketidakpastian global.
4. Mengajak Mahasiswa dan Masyarakat Menjadi Pelopor Persatuan serta menjaga semangat gotong royong demi Indonesia yang maju dan sejahtera.

Melalui kegiatan ini, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, objektif, dan bertanggung jawab, serta senantiasa mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

“Persatuan nasional bukan penghalang bagi kritik dan perubahan. Justru persatuan adalah syarat utama agar setiap perubahan dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Charles G.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *