Example 728x250
BeritaJambiPolri

TERTIBKAN PETI DI PERBATASAN PUNTIKALO-TELUK LANGKAP PETUGAS DILEMPARI BATU DAN KAYU SAAT TERTIBKAN PETI, POLISI BERIKAN TEMBAK PERINGATAN

3
×

TERTIBKAN PETI DI PERBATASAN PUNTIKALO-TELUK LANGKAP PETUGAS DILEMPARI BATU DAN KAYU SAAT TERTIBKAN PETI, POLISI BERIKAN TEMBAK PERINGATAN

Sebarkan artikel ini

TEBO – Penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Pada Senin (05/10/2026), berlangsung tegang.

Tim jajaran Polres Tebo bersama Polsek Sumay turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas PETI yang selama ini diduga berlangsung di kawasan Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah perbatasan kedua desa tersebut.

Dalam penindakan tersebut, situasi di lapangan sempat memanas. Saat petugas berupaya menertibkan sejumlah rakit dompeng yang digunakan untuk aktivitas PETI, sebagian masyarakat turun ke tepi sungai dan berusaha menghalau petugas.

Bahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, petugas sempat mendapatkan perlawanan dengan lemparan batu dan kayu dari arah masyarakat.

Untuk mengendalikan situasi, petugas disebut sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali sebagai upaya menghalau massa dan mencegah situasi semakin tidak terkendali.

Kabag Ops AKP Jecky Arman yang turut turun langsung dalam kegiatan tersebut,Di dampingi Kasat Reskrim Polres Tebo Dan Kasat Intel Polres Tebo,menegaskan bahwa aktivitas PETI di kawasan perbatasan kedua desa tersebut akan ditindak.

“Kita tindak tegas aktivitas di dua perbatasan desa ini. Beberapa rakit kita bakar di tempat hari ini,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil melakukan tindakan terhadap salah satu rakit dompeng yang berada di lokasi. Satu rakit dompeng dibakar di tempat sebagai bagian dari penertiban terhadap aktivitas PETI.

Namun, ketika petugas hendak melakukan penindakan terhadap rakit lainnya, situasi kembali memanas. Sejumlah warga terlihat berada di pinggir Sungai Batanghari sambil berteriak dan menghalau petugas.

Di tengah kondisi tersebut, petugas harus menghadapi lemparan batu dan kayu yang diarahkan ke lokasi mereka.

Sebelumnya, kawasan perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap ini juga sempat menjadi perhatian setelah terjadi aksi pemblokiran akses Jalan Padang Lamo yang berkaitan dengan persoalan aktivitas PETI di kawasan tersebut.

Menariknya, sebelum tim melakukan penindakan lebih jauh, sejumlah rakit dompeng yang sebelumnya terpantau berada di lokasi justru mulai bergerak meninggalkan titik parkir.

Saat tim Polres Tebo bersiap turun bersama BPBD Kabupaten Tebo menuju Sungai Batanghari untuk melakukan eksekusi terhadap rakit-rakit dompeng, beberapa rakit dilaporkan sudah lebih dahulu kabur meninggalkan lokasi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius. Penertiban PETI bukan hanya soal keberadaan rakit dompeng, tetapi juga menyangkut persoalan lingkungan, keamanan masyarakat serta kepastian penegakan hukum di wilayah Kabupaten Tebo.

Polres Tebo menegaskan bahwa aktivitas PETI di kawasan tersebut tidak akan dibiarkan. Aparat memastikan penindakan akan terus dilakukan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang ditemukan di lapangan.

Kini, publik menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum terhadap aktivitas PETI di perbatasan Desa Putikalo dan Desa Teluk Langkap, termasuk terhadap dugaan perlawanan kepada petugas saat proses penertiban berlangsung.

(RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *