Example 728x250
BeritaPemerintahTebo

‎BPBD Siaga Karhutla, Satelit S-NPP dan NOAA Pantau 5 Titik Hotspot Bulan Mei Tahun 2026 Di Wilayah Kabupaten Tebo

4
×

‎BPBD Siaga Karhutla, Satelit S-NPP dan NOAA Pantau 5 Titik Hotspot Bulan Mei Tahun 2026 Di Wilayah Kabupaten Tebo

Sebarkan artikel ini

TEBO – Memasuki pertengahan tahun 2026, pemerintah kabupaten Tebo melalui BPBD Tebo status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo terus menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan satelit S-NPP dan NOAA, terdeteksi sebanyak lima titik hotspot yang tersebar di tiga kecamatan, wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pada Jum’at (05/06/2026).

‎Meski sebelumnya telah terjadi kebakaran lahan seluas sekitar 2,5 hektare sejak Januari hingga Juni 2026, hasil pemantauan terbaru menunjukkan kelima titik hotspot tersebut masih dalam kondisi aman dan belum berkembang menjadi kebakaran lahan.

‎Lima titik hotspot tersebut tersebar di Kecamatan Tengah Ilir sebanyak dua titik, Kecamatan Muara Tabir dua titik, dan Kecamatan Sumay satu titik.

‎Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan kondisi tersebut terus dipantau menyusul penetapan status siaga karhutla yang telah diberlakukan sejak 4 Mei 2026 lalu.


Selain itu, ia mengungkapkan bahwa memasuki bulan Juni, curah hujan di wilayah Kabupaten Tebo mulai mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal. Meskipun demikian, hujan dengan intensitas ringan masih kerap terjadi pada sore, malam hingga dini hari.

‎BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

‎Sementara itu, berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau diprediksi mulai berlangsung pada Juli 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.


Intensitas kemarau diperkirakan mulai berkurang pada September sebelum memasuki periode peralihan pada bulan-bulan berikutnya.


‎Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan upaya pencegahan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.

(Tim/R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *