Example 728x250
AdvertorialBeritaPekanbaruPemerintah

Setahun Kepemimpinan Agung–Markarius, Program Nyata Mulai Mengubah Wajah Pekanbaru

17
×

Setahun Kepemimpinan Agung–Markarius, Program Nyata Mulai Mengubah Wajah Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar mulai menunjukkan hasil nyata. Satu per satu program unggulan yang sebelumnya dijanjikan kepada masyarakat kini terealisasi dan mulai dirasakan dampaknya oleh warga Kota Pekanbaru. Sabtu 9 Mei 2026.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat melakukan pembenahan di berbagai sektor strategis. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pelayanan publik, hingga infrastruktur, seluruh program dijalankan dengan fokus pada kebutuhan masyarakat serta percepatan pembangunan kota.

Salah satu kebijakan yang paling dirasakan masyarakat ialah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan ini mendapat sambutan positif karena dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran warga di tengah tingginya aktivitas dan kebutuhan hidup perkotaan.

Di bidang lingkungan hidup, Pemko Pekanbaru menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan sampah melalui Gerakan Serbu Sampah. Sebanyak 83 Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di seluruh kelurahan sebagai langkah membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah juga bertindak tegas terhadap praktik pembuangan sampah ilegal demi menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Penataan kota turut menjadi perhatian serius. Sebanyak 175 tiang reklame yang melanggar aturan ditertibkan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus memperindah wajah Kota Pekanbaru.

Dalam pelayanan administrasi kependudukan, Pemko menghadirkan Mobil AMAN sebagai layanan jemput bola yang langsung menyasar masyarakat. Program ini dinilai efektif mempercepat pengurusan dokumen kependudukan tanpa harus menunggu lama di kantor pelayanan.

Persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat juga mulai ditangani secara bertahap. Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer dan perbaikan drainase serta daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.

Sebanyak 20 titik rawan banjir kini menjadi prioritas penanganan pemerintah guna meminimalisir genangan saat musim hujan.

Sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City, sekitar 15 ribu pohon ditanam di berbagai kawasan kota guna meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.

Di sektor sosial, kepedulian Pemerintah Kota Pekanbaru juga terlihat melalui penyaluran bantuan bagi daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bantuan tunai serta sembako bernilai miliaran rupiah.

Sementara di sektor pendidikan, berbagai program unggulan mulai berjalan, seperti pemberian beasiswa dari jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an. Pemerintah juga menggulirkan program Zero Putus Sekolah sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah di Kota Pekanbaru.

Dari hasil pendataan, sebanyak 1.778 anak dengan berbagai persoalan sosial berhasil dijangkau pemerintah, dan 757 anak di antaranya kembali melanjutkan pendidikan.

Pemko juga membantu penyelesaian persoalan ijazah tertahan serta menyediakan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun, Pemko Pekanbaru merealisasikan program 1 PAUD 1 Kelurahan yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Pelatihan kader posyandu juga terus ditingkatkan guna mempercepat penurunan angka stunting.

Di bidang kesehatan, masyarakat kini dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai berjalan bagi peserta didik serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam bidang budaya dan olahraga, Pekanbaru berhasil meraih Juara II MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu juga diselenggarakan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

Pemerintah kota turut menghadirkan Event Lari Pekanbaru 10K serta meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah guna meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat.

Program pemberdayaan masyarakat juga terus berjalan melalui bantuan Rp100 juta per RW. Di sisi pemerintahan, pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Perbaikan infrastruktur terus dipercepat. Pemerintah mencatat lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte direvitalisasi, lampu penerangan jalan dipasang di sejumlah titik, hingga penyediaan wifi gratis di fasilitas pelayanan publik.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, bazaar pangan murah digelar di 50 lokasi guna menjaga daya beli warga.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan daerah sebesar Rp467 miliar. Sementara proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

Peningkatan layanan keamanan masyarakat juga diwujudkan melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 yang siap merespons kondisi darurat secara cepat dan terpadu.

Tak hanya fokus pada pembangunan saat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi sebagai langkah menuju kota modern dan ramah lingkungan.

Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.

Percepatan Program Strategis Nasional (PSN) pun terus berjalan. Program Makan Bergizi Gratis kini didukung 27 dapur umum yang mampu memproduksi 3.000 hingga 3.500 porsi makanan setiap hari.

Sebanyak 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum juga telah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Pekanbaru. Pemerintah turut mempercepat digitalisasi pendidikan melalui penyediaan smartboard di sekolah negeri, sementara pembangunan Sekolah Rakyat kini memasuki tahap persiapan.

Di sektor perumahan, Pemko Pekanbaru telah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 rumah warga. Pembangunan jaringan gas kota juga terus berjalan dan kini telah mencapai sekitar 20 ribu sambungan rumah tangga.

Berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan Agung–Markarius tidak hanya menghadirkan program di atas kertas, tetapi mulai memberikan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Pekanbaru.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *