Jambi – Pemerintah Kota Jambi bersama TNI-Polri menggelar apel dan patroli gabungan dalam rangka Kegiatan yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik keramaian di Kota Jambi, Minggu (26/07/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi bersama Kapolresta Jambi dan Dandim, serta dihadiri perwakilan Denpom II/2 Jambi, Forkopimda, Pejabat Utama Polresta Jambi, para Kapolsek, Koramil, personel Brimob, hingga para camat.
Patroli gabungan dilakukan dengan menyasar pusat keramaian masyarakat, kawasan wisata, sentra UMKM, serta lokasi hiburan malam guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Wali Kota Jambi mengatakan, patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
”Malam ini kami bersama Forkopimda melakukan patroli gabungan untuk melihat langsung titik-titik keramaian di Kota Jambi. Dari hasil pemantauan, aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke kawasan wisata kuliner Kota Tua, Wali Kota mengapresiasi keberadaan paguyuban masyarakat Sunda yang aktif menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, keberagaman budaya yang hidup harmonis di Kota Jambi menjadi modal penting dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan Kota Tua sebagai pusat kuliner, ekonomi kreatif, dan budaya. Penataan kawasan akan dilakukan melalui peningkatan keindahan kota, perluasan area UMKM, serta pengembangan fasilitas pendukung.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga berencana menyiapkan lokasi khusus untuk kegiatan night racing sebagai wadah bagi para pecinta otomotif. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi aksi balap liar yang selama ini kerap mengganggu pengguna jalan.
”Ke depan kawasan Kota Tua akan dikembangkan dari berbagai aspek, mulai dari kuliner, penataan kawasan, perluasan UMKM hingga penyediaan lokasi night racing agar aktivitas balap tidak lagi dilakukan di jalan umum yang membahayakan masyarakat,” jelasnya.
Usai meninjau kawasan wisata dan UMKM, tim gabungan melanjutkan patroli ke sejumlah tempat hiburan malam. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memastikan tidak ada pengunjung yang berusia di bawah 18 tahun serta melakukan pengecekan identitas para pengunjung.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengunjung yang berada di lokasi telah memenuhi batas usia yang ditentukan dan situasi seluruh lokasi patroli berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
(ROBY HABLY)













