Jambi — Pembukaan Festival Sungai Batanghari Tahun 2026 berlangsung meriah di Kota Jambi, Jumat (14/08/2026) malam. Kegiatan ini mengangkat potensi adat dan budaya Melayu Jambi sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat.
Festival tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dan dihadiri perwakilan Menteri Pariwisata, Wali Kota Jambi Maulana, Kapolresta Jambi Ananto Herlambang, Kasi Pers Korem 042/Gapu, Kapolsek Jambi Selatan bersama personil, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, Forkopimda, serta masyarakat.
Suasana festival semakin semarak dengan kehadiran berbagai pelaku UMKM, pertunjukan seni dan budaya, pameran batik Jambi, serta penampilan yang menggambarkan aktivitas perdagangan masyarakat pada masa lalu di sepanjang Sungai Batanghari.
Dalam pertunjukan tersebut, Sungai Batanghari digambarkan sebagai bagian penting dari sejarah perekonomian Jambi. Dahulu, arus sungai menjadi jalur perdagangan dan jual beli berbagai komoditas, termasuk rempah-rempah yang menjadi kekayaan alam daerah Jambi.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, pelaksanaan Festival Sungai Batanghari menjadi momentum untuk kembali mengangkat jalur rempah sekaligus memperkuat pelestarian Sungai Batanghari.
“Kami sangat berbahagia dengan kehadiran perwakilan Menteri Pariwisata. Di sini juga hadir para pelaku UMKM, seni dan budaya dari berbagai daerah. Kegiatan ini digelar selama satu minggu,” ujar Al Haris.
Menurutnya, Jambi sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, khususnya berbagai komoditas rempah seperti kayu manis, lada, kelapa, dan komoditas lainnya.
Ia berharap masyarakat kembali memanfaatkan lahan untuk mengembangkan tanaman rempah. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah yang saat ini mendorong sektor pertanian.
“Kita masih memiliki rempah-rempah, tetapi banyak petani yang mengalihfungsikan lahannya menjadi perkebunan sawit. Kita ingin kembali mengkampanyekan agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan untuk tanaman rempah,” katanya.
Selain mengangkat jalur rempah, Al Haris juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Batanghari. Menurutnya, sungai tersebut memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat, termasuk sebagai sumber kebutuhan air.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari, untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Kita harus menjaga Sungai Batanghari karena sungai ini menjadi kebutuhan air masyarakat. Saya mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke Sungai Batanghari,” tegasnya.
Al Haris juga berharap lembaga adat dapat turut berperan dalam menjaga kebersihan sungai melalui aturan adat yang disepakati bersama masyarakat.
“Kita berharap sungai kita tetap jernih dan rempah-rempah kita kembali terangkat. Kita ingin mimpi itu kembali hadir di Provinsi Jambi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa Kota Jambi sebagai tuan rumah kegiatan turut memberikan perhatian terhadap para veteran dan keluarga pejuang.
Ia mengatakan, momentum tersebut bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-77 dan Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) ke-62 tingkat Provinsi Jambi.
Menurut Maulana, jumlah veteran dari waktu ke waktu semakin berkurang sehingga generasi saat ini perlu memberikan penghormatan dan perhatian yang layak kepada para pejuang.
“Kami ingin Pemerintah Kota Jambi memberikan penghargaan terbaik kepada mereka. Ada sekretariat yang mengelola kebutuhan para veteran. Jika ada yang membutuhkan, baik kebutuhan pangan, sandang maupun kebutuhan lainnya, dapat diinformasikan,” kata Maulana.
Ia menambahkan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif dan pembangunan daerah.
Terkait Festival Sungai Batanghari, Maulana menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Jambi.
“Sebagian besar UMKM yang aktif merupakan UMKM warga Kota Jambi. Artinya, perputaran ekonominya juga terjadi di Kota Jambi. Kami sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Maulana juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi berencana mendorong Festival Angso Duo agar dapat dikembangkan menjadi salah satu event Nusantara.
Festival Sungai Batanghari 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali sejarah, adat istiadat, seni budaya, jalur rempah, serta potensi UMKM Jambi kepada masyarakat luas.
(ROBY HABLY)
Pembukaan Acara Festival Sungai Batanghari 2026 : Dorong Pelestarian Adat Jambi, Rempah dan Penguatan UMKM













