INHIL – Polemik aksi demonstrasi yang menuntut penurunan Kepala Desa Belantaraya terus bergulir. Di tengah isu yang berkembang, Kepala Desa Belantaraya, Hasbullh Jali, angkat bicara dan membantah tudingan yang beredar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengundurkan diri dari jabatan sebagai kepala desa.
Saya mengklarifikasi berita yang mengatakan saya mundur atau diberhentikan sebagai kepala desa. Saya tidak mundur, saya hanya menyatakan siap diberhentikan jika semua mekanisme dan syarat pemberhentian itu terpenuhi, tegasnya pada 16 April 2026.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, sempat memunculkan berbagai tuntutan, Ada Upaya pemaksaan penurunan Kepala desa, termasuk soal etika kepala desa dan persoalan lahan.pada 15 April 2026
Namun, Hasbullh Jali membantah keras tudingan terkait lahan konservasi yang disebut-sebut melibatkan dirinya.Saya tidak pernah menjual atau menetapkan sebagai lahan konservasi PT GIN. Lahan itu sudah berstatus konservasi sebelum saya menjabat menurut perusahaan,ujarnya.
Terkait wacana pembangunan jalan oleh pihak perusahaan yang disebut akan melintasi kebun masyarakat, ia juga menegaskan tidak pernah mengeluarkan kebijakan apa pun.
Saya tidak ada membuat kebijakan, karena itu bukan kewenangan saya. Setahu saya itu masih rancangan. Kalau ada kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan, baik soal ganti rugi maupun dampak sosial, saya siap membantu secara administrasi. Sampai sekarang saya belum pernah mengeluarkan surat apa pun terkait hal ini, jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai polemik yang terjadi tidak lepas dari adanya fitnah dan upaya penggiringan opini di media sosial.Ini semua karena fitnah dan penggiringan opini kepada saya di akun Facebook Berita Belantaraya, seolah-olah saya menjual lahan masyarakat tanpa izin. Itu fitnah keji, tegasnya.
Ia juga mengungkapkan telah mengambil langkah hukum atas tudingan tersebut. “Saya bersama tim kuasa hukum telah melaporkan akun-akun yang memprovokasi, memfitnah, mencemarkan nama baik,serta melakukan pengancaman terhadap saya. Saat ini sudah ditangani penyidik Polres Indragiri Hilir, ungkapnya.
Dirinya pun meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. Saya berharap Polres Inhil memproses kasus ini sampai ke akar-akarnya agar ada efek jera,” tutupnya.
Di sisi lain, aksi demonstrasi yang terjadi sebelumnya diketahui memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan menilai tuntutan yang disampaikan tidak sepenuhnya mewakili suara masyarakat.













