Riau – Isu perombakan kabinet (reshuffle) yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Dinamika ini pun memunculkan berbagai aspirasi dari daerah, termasuk dari Provinsi Riau.
Sejumlah elemen masyarakat Riau secara terbuka mengusulkan nama Pebriyan Winaldi untuk mengisi posisi strategis sebagai Wakil Menteri Kehutanan. Usulan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dilatarbelakangi oleh kondisi hutan di Riau yang dinilai semakin memprihatinkan akibat maraknya aktivitas pembalakan liar dan dugaan praktik mafia kehutanan.
Riau sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan hutan tropis yang besar, kini menghadapi tantangan serius. Kerusakan hutan yang terjadi dinilai telah berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, kabut asap, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem.
Dalam konteks ini, sosok Pebriyan Winaldi dianggap memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap isu kehutanan. Selain dikenal sebagai Ketua DPP elang 3 Hambalang, ia juga menjabat sebagai Direktur PT Grend Falma Riau jaya. Pengalaman dan jaringan yang dimilikinya dinilai dapat menjadi modal penting dalam membantu pemerintah pusat menata ulang tata kelola kehutanan, khususnya di wilayah Riau.
“Ini adalah aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya figur yang benar-benar memahami kondisi lapangan dan berani menghadapi mafia kehutanan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat, Senin (20/4/26).
Dukungan terhadap Pebriyan Winaldi terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, aktivis lingkungan, hingga tokoh masyarakat. Mereka berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan aspirasi daerah dalam menentukan komposisi kabinet ke depan.
Dengan adanya figur yang dinilai tepat, masyarakat optimistis persoalan kehutanan di Riau dapat ditangani secara lebih serius dan berkelanjutan. Reshuffle kabinet pun diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan perubahan nyata, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
✍️ Isar Topankk













