KAMPAR – Pasca viralnya aksi anarkis yang terjadi di Desa Limau Kapas, Kecamatan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir beberapa waktu lalu, perhatian publik terhadap penanganan kasus narkoba di wilayah Riau semakin meningkat. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh persoalan tindak pidana narkotika yang meresahkan masyarakat.
Sejumlah elemen masyarakat pun mulai menyuarakan dukungan kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Riau, agar bertindak tegas dalam memberantas peredaran narkoba.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR). Melalui pernyataan resminya, IPMTR menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah tegas Polda Riau dalam menindak segala bentuk peredaran narkoba tanpa pandang bulu.
Perwakilan IPMTR, Supriadi, menyampaikan keprihatinannya atas aksi anarkis yang sempat terjadi di Panipahan. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang seharusnya mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai.
“Kami sangat menyayangkan aksi anarkis yang terjadi. Dalam negara demokrasi, segala persoalan seharusnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui jalur yang tepat,” ujar Supriadi.
Meski demikian, pihaknya tetap menaruh perhatian serius terhadap akar permasalahan yang memicu kejadian tersebut, yakni dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
IPMTR menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Oleh karena itu, mereka menyatakan dukungan penuh terhadap Polda Riau untuk mengusut tuntas setiap indikasi tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya.
“Kami mendukung penuh Polda Riau untuk mengusut segala dugaan peredaran narkoba serta menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif di tengah masyarakat,” tegasnya.
IPMTR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik sosial.
Dengan adanya sinergi antara masyarakat, mahasiswa, dan aparat penegak hukum, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Provinsi Riau dapat berjalan lebih efektif serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.













