Example 728x250
Berita

INISIAL CN BANTAH TUDUHAN PEMURNIAN EMAS: “Sudah Berhenti 6 Bulan, Foto Berita Itu Lama & Diedit”

5
×

INISIAL CN BANTAH TUDUHAN PEMURNIAN EMAS: “Sudah Berhenti 6 Bulan, Foto Berita Itu Lama & Diedit”

Sebarkan artikel ini

KUANTAN SINGINGI — Tuduhan yang menyebutkan seorang warga berinisial CN mengoperasikan lokasi pemurnian emas di belakang rumahnya, tepatnya di Kenegrian Siberakun, Desa Banjar Lopak, Kecamatan Benai, mendapat bantahan tegas dari pihak yang bersangkutan.

Sebuah pemberitaan media online sebelumnya menyebutkan bahwa di sebuah pondok atau warung kecil di belakang rumah milik CN diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas pemurnian emas.

Menanggapi hal tersebut, CN menyampaikan klarifikasinya kepada awak media, Selasa (18/8/2026). Ia menegaskan sudah berhenti total dari aktivitas tersebut sejak hampir enam bulan lalu.

“Ya, saya sudah lama tidak melakukan aktivitas pemurnian emas. Sudah hampir enam bulan tidak ada lagi pembelian emas. Saya pun jarang berada di rumah. Tapi kenapa media selalu menuduh dan menyorot saya seolah masih beraktivitas?” ungkap CN.

Ia juga mempertanyakan keabsahan materi yang digunakan dalam berita tersebut. Menurutnya, foto yang ditampilkan adalah foto lama yang telah diedit dan dimasukkan ke dalam pemberitaan seolah kejadian baru.

“Foto yang ada di berita itu foto lama yang diedit. Kok bisa foto lama diedit lalu dimasukkan dalam berita? Kenapa media selalu memojokkan saya terus, padahal saya sudah tidak melakukan aktivitas lagi. Jadi berita yang dimuat menyatakan saya masih beraktivitas itu tidak mendasar dan memfitnah saya,” tegasnya.

Selanjutnya CN menjelaskan bahwa sejak berhenti total, ia kini sibuk setiap hari mengurus perkebunan kelapa sawit sebagai sumber penghidupan baru. Ia menduga kesalahpahaman muncul karena media belum mengetahui kondisinya yang sudah berhenti.

Lanjut CN, “Semenjak berhenti total, saya sibuk mengurus kebun sawit. Mungkin rekan-rekan media datang, saya tidak ada di rumah, lalu mengira saya masih melakukan aktivitas pembelian emas,” ujarnya.

Dampak dari pemberitaan tersebut, CN mengaku ditelepon pihak kepolisian. “Sampai Kanit Reskrim Polsek Benai menelpon saya gara-gara berita itu, dikira saya masih beraktivitas. Padahal sudah hampir enam bulan saya tidak berani lagi melakukan aktivitas itu,” paparnya.

CN berharap media lebih teliti dan melakukan konfirmasi langsung sebelum menurunkan berita, agar tidak merugikan nama baik orang yang sudah berhenti dan tidak beraktivitas lagi sebagai pemurnian emas, tutup CN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *