Example 728x250
Berita

FSP PAREKRAF PROVINSI RIAU GELAR RAPAT SILATURAHMI TERBUKA: PERKUAT SOLIDARITAS DAN SEGERAKAN PEMBENTUKAN PC DAN PUK DI SELURUH KAB/KOTA UNTUK AMPLIFIKASI SUARA PEKERJA

3
×

FSP PAREKRAF PROVINSI RIAU GELAR RAPAT SILATURAHMI TERBUKA: PERKUAT SOLIDARITAS DAN SEGERAKAN PEMBENTUKAN PC DAN PUK DI SELURUH KAB/KOTA UNTUK AMPLIFIKASI SUARA PEKERJA

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, 30 Agustus 2026 – Federasi Serikat Pekerja (FSP) Parekraf Provinsi Riau hari ini menggelar Rapat Silaturahmi Terbuka yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus provinsi.

Agenda utama pertemuan strategis ini adalah membahas roadmap percepatan pembentukan dan pengukuhan PC dan PUK di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, sebagai langkah konkret untuk memperluas jangkauan advokasi dan perlindungan bagi pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ketua FSP Parekraf Provinsi Riau MARTIN, dalam sambutannya menekankan bahwa keberadaan PC Dan PUK di tingkat kabupaten/kota bukan sekadar struktur administratif, melainkan ujung tombak perjuangan hak-hak pekerja di lapangan. “Sektor parekraf di Riau sangat luas, mulai dari pariwisata, hotel, restoran, agen perjalanan, hingga industri kreatif lokal. Tanpa kehadiran PC dan PUK yang solid di setiap daerah, suara pekerja akan sulit didengar oleh pemangku kebijakan setempat. Oleh karena itu, pembentukan PC dan PUK adalah prioritas mutlak kami tahun ini,” tegasnya di hadapan peserta rapat yang berlangsung dinamis dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam sesi pembahasan teknis,Sekretaris Jendral FSP PAREKRAF PROVINSI RIAU menyampaikan hasil rapat dengan beberapa poin kesepakatan strategis terkait mekanisme pembentukan PC dan PUK :

1 Pemetaan Potensi Keanggotaan: Setiap calon pimpinan PC dan PUK diminta melakukan survei cepat untuk memetakan jumlah pekerja parekraf, isu-isu krusial yang dihadapi (seperti upah, jam kerja, dan jaminan sosial), serta potensi mitra strategis di daerah masing-masing.

2 Standarisasi AD/ART dan Prosedur Legalitas: Pengurus Provinsi akan menyediakan paket bantuan hukum dan administrasi untuk memastikan setiap PC dan PUK terbentuk sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan dan peraturan internal federasi, sehingga memiliki kekuatan hukum yang sah dalam bernegosiasi dengan pengusaha atau pemerintah daerah.

3.Jadwal Pengukuhan Bertahap: Ditargetkan pada akhir tahun 2026, minimal 12 PC di kota/kabupaten besar telah resmi dikukuhkan dan aktif beroperasi. Sisanya akan menyusul secara bertahap pada kuartal pertama 2027.

Hasil keputusan Rapat
————————
Pembentukan
1.3 PC
2.6 PUK
————————
Penanggung Jawab pembentukan
PC & PUK
1. kota pekanbaru : Pak Lahmudin Rambe
2. Pelalawan : Cak Rohim
3. Kampar : Pak eka puga
4. Siak : Alpianas
5. Dumai : Iwan malano
6. Bengkalis : Pak Martin
7. Kuansing : cak Rohim
8. Rohil : Cak rohim
9. Inhu : Pak Dardi
10. Inhil : Pak Dardi
11. Meranti : ketua Pak Ari
12. Rohul : Suratno

Dari hasil keputusan rapat hari ini, untuk mempercepat pembentukan PC dan Puk.

Suasana silaturahmi terbuka juga menjadi momen berharga untuk memperkuat ikatan emosional antar-pengurus. Diskusi tidak hanya berkisar pada strategi organisasi, tetapi juga berbagi pengalaman lapangan, tantangan menghadapi resistensi perusahaan, hingga tips membangun komunikasi efektif dengan anggota. Momen ini menegaskan bahwa FSP Parekraf Riau bukan hanya organisasi perjuangan, tetapi juga rumah bagi para aktivis buruh untuk saling belajar dan mendukung.

Salah satu calon Ketua PC Pekanbaru LAHMUDIN RAMBE, mengungkapkan optimismenya setelah mengikuti rapat ini. “Kami merasa lebih percaya diri dan memiliki panduan jelas setelah berdiskusi dengan pengurus provinsi. Dukungan materiil dan immateriil yang dijanjikan membuat kami yakin bisa merekrut ratusan anggota baru dalam waktu singkat. Ini adalah awal baru bagi gerakan buruh parekraf di ibu kota provinsi,” ujarnya antusias.

Menutup acara, Ketua OKK FSP Parekraf Provinsi Riau EDTRIS, mengajak seluruh elemen untuk menjaga konsistensi dan integritas. “Pembentukan PC dan PUK adalah tentang kepercayaan. Kepercayaan anggota kepada pemimpinnya, dan kepercayaan publik kepada serikat kita. Mari kita bangun PC Dan PUK yang transparan, akuntabel, dan benar-benar hadir saat pekerja membutuhkan. Jangan biarkan struktur ini menjadi pajangan, tapi jadikan ia perisai pelindung hak-hak pekerja,” pungkasnya dengan nada tegas namun menginspirasi.

Dengan berakhirnya rapat silaturahmi ini, FSP Parekraf Provinsi Riau telah menetapkan arah gerak yang jelas. Ekspansi ke tingkat kabupaten/kota diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi ribuan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Lancang Kuning.

– Selesai –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *