Example 728x250
Berita

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA GELAR PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA 2026

8
×

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA GELAR PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 1 Oktober 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kristiani Seluruh Indonesia menyelenggarakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Merawat Pancasila, Meneguhkan Persatuan, Mengawal Masa Depan Indonesia”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 13.00–15.15 WIB, bertempat di Aula VICON Lantai 2, Universitas Kristen Indonesia. Kegiatan menjadi ruang refleksi bersama bagi mahasiswa dan peserta untuk kembali memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara sekaligus membangun semangat kebangsaan di antara seluruh peserta.

Selanjutnya, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Charles Gilbert, menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Charles menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Charles, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Nyata

Dalam sesi pemaparan, Fahirus Nasution, Ketua Bidang Politik DPP GMNI, menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya merupakan warisan sejarah yang dihafalkan dan diperingati setiap 1 Oktober, melainkan nilai yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terhadap nilai-nilai Pancasila pada masa kini dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain korupsi, intoleransi, diskriminasi, politik identitas, disinformasi, ketimpangan sosial, hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Karena itu, menurut Fahirus, merawat Pancasila berarti memastikan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial benar-benar diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.

Fahirus juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami dan menghafalkan lima sila, tetapi juga perlu menerjemahkannya melalui integritas, penghormatan terhadap perbedaan, kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan, serta komitmen menjaga persatuan.

“Pancasila akan tetap hidup bukan semata-mata karena sering diucapkan, tetapi karena ada generasi yang bersedia memperjuangkan dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata,” menjadi salah satu pokok pemikiran yang disampaikan dalam pemaparan tersebut.

Kritik Harus Objektif dan Konstruktif

Sementara itu, Angga Febrianda, Ketua Umum DPP PMVI, menyoroti pentingnya menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum evaluasi bersama terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan nilai dan butir-butir dasar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan refleksi bersama agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sosial.

Angga juga menekankan pentingnya objektivitas dalam menyampaikan kritik, khususnya bagi mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual dan masyarakat demokratis.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik perlu disampaikan secara objektif, konstruktif, dan berdasarkan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik diharapkan tidak berubah menjadi kebencian atau serangan personal yang justru menghilangkan substansi demokrasi.

Mahasiswa didorong untuk menyampaikan kritik berdasarkan data dan argumentasi serta tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas, etika, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila.

Mahasiswa dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Dari rangkaian pemaparan dan diskusi, kegiatan menegaskan sejumlah hal penting. Pancasila perlu ditempatkan sebagai nilai hidup, bukan sekadar simbol maupun hafalan. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kegiatan juga menyoroti berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan kebangsaan, termasuk korupsi, intoleransi, diskriminasi, politik identitas, disinformasi, ketimpangan sosial, serta penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa dipandang memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga persatuan, mengembangkan sikap kritis yang bertanggung jawab, menghormati perbedaan, serta ikut mengawal masa depan Indonesia.

Perbedaan pandangan juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan demokratis dan tidak dijadikan alasan untuk membangun kebencian maupun perpecahan.

Ditutup dengan Komitmen Merawat Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang diselenggarakan BEM Kristiani Seluruh Indonesia berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto dan video bersama seluruh peserta sebagai dokumentasi sekaligus simbol komitmen bersama untuk terus merawat nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan Indonesia.

Penutupan kegiatan dilakukan dengan jargon:

“SALAM PANCASILA!”

“Bersatu dalam Pancasila, Maju untuk Indonesia!”

Melalui kegiatan tersebut, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan bersama dalam membangun kehidupan kebangsaan yang demokratis, berkeadilan, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta memperkuat persatuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *