Example 728x250
Berita

DIDUGA PENGGELAPAN ENERGI NEGARA DI TUKS PT SUMBER KENCANA INHU — DESAK KAPOLRI TURUNKAN TIM INVESTIGASI KHUSUS

3
×

DIDUGA PENGGELAPAN ENERGI NEGARA DI TUKS PT SUMBER KENCANA INHU — DESAK KAPOLRI TURUNKAN TIM INVESTIGASI KHUSUS

Sebarkan artikel ini

Indragiri Hilir, — 29 Oktober 2026 – Kawasan pesisir indragiri Teluk Bagus, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, kembali menjadi sorotan penting terkait dugaan praktik penyelewengan energi negara. Melalui hasil penelusuran mendalam di lapangan, terungkap dugaan kuat adanya penggelapan dan pengalihan BBM bersubsidi yang beroperasi di lingkungan Terminal Khusus Pengangkutan dan Penumpukan Muat (TUKS) milik PT Sumber Kencana Inhu (PT SKI Bayas).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumber BBM yang diduga dialirkan secara tidak resmi berasal dari dua jalur. Pertama, SPBU Bayas yang masih tercatat sebagai aset PT SKI/Sinarmas. Kedua, dan yang paling utama, BBM ilegal diduga masuk melalui jalur laut dari Tongkang Pratama. Tongkang ini sebenarnya milik perusahaan lain yang bekerja sama dengan PT SKI untuk mengangkut CPO dari pabrik Sorek dan Napal, dan terpantau bersandar di lokasi sekitar tiga kali dalam kurun waktu dua bulan.

Ironisnya, alih-alih hanya mengangkut CPO, BBM justru diduga dialirkan secara gelap dari Tongkang Pratama ke PT SKI dengan harga yang dinilai sangat rendah, yaitu Rp8.200 per liter, dalam jumlah mencapai 60 ton sekali bongkar.

Terungkap pula sosok sentral yang diduga berperan penting dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Dia dikenal dengan panggilan Pak Itam. Selain menjabat sebagai mandor di PT SKI, Pak Itam juga memegang posisi kepercayaan di masyarakat setempat sebagai Ketua Pemuda Desa Teluk Bagus, tempat di mana lokasi PT SKI berada.

Pak Itam diduga kuat menjadi dalang di balik permainan kotor ini. Beliau diduga terlibat langsung dalam pengaturan operasional sekaligus bertindak sebagai pengaman yang melakukan sterilisasi area pelabuhan setiap kali Tongkang Pratama bersandar dan akan membongkar BBM ilegal. Di bawah arahannya, area dibatasi sedemikian rupa sehingga para pengemudi maupun karyawan lain tidak diizinkan berada di lokasi, bahkan dilarang merekam aktivitas yang berlangsung di dermaga saat bongkar muat berlangsung. Langkah ini diduga sengaja dilakukan untuk menutup jejak dan menyembunyikan aliran BBM ilegal tersebut dari pantauan pihak luar.

Lebih mendalam terungkap dugaan kuat adanya rekayasa dokumen. PT SKI diduga menutupi pembelian BBM ilegal tersebut dengan membelanjakan apa yang disebut sebagai “solar industri abal-abal”. Sumber BBM ini diduga berasal dari sindikat mafia BBM yang menguras subsidi negara, lalu menyulap BBM bersubsidi menjadi seolah-olah solar industri. Faktur dan dokumen disamarkan sedemikian rupa hingga secara administratif tercatat sebagai pembelian solar industri — dan dokumen inilah yang digunakan untuk menutupi pembelian BBM ilegal dari Tongkang Pratama.

Pola aktivitas yang mencurigakan terlihat jelas: pengisian diduga kerap dilakukan di ruang bongkar muat bawah pada jam-jam tertentu, sementara pengiriman lebih sering dilakukan pada malam hari maupun hari libur — saat pengawasan dinilai cenderung berkurang. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BBM bersubsidi dialihkan dan dijual di luar peruntukan resminya untuk keuntungan pihak-pihak tertentu.

Sistem pencatatan yang diduga dimanipulasi serta aliran minyak yang tidak tercatat dalam dokumen resmi, diduga telah merugikan keuangan negara dalam jumlah yang belum dapat dipastikan nilainya.

DESAK KAPOLRI JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO SEGERA TURUNKAN TIM INVESTIGASI KHUSUS

Awak media secara khusus mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Aryo Seto untuk segera menurunkan tim investigasi pusat ke lokasi PT Sumber Kencana Inhu di Teluk Bagus. Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat dugaan praktik ini diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan belum tersentuh penindakan hukum secara serius. Tim investigasi pusat dinilai diperlukan agar pemeriksaan berjalan objektif, menyeluruh, dan tidak terhalang kepentingan pihak manapun.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan tim investigasi:

Memeriksa secara menyeluruh dokumen operasional, pencatatan penerimaan, serta pengeluaran BBM di TUKS PT Sumber Kencana Inhu

Memeriksa keaslian dokumen pembelian solar industri dan mencocokkannya dengan volume yang sebenarnya diterima

Meminta keterangan resmi kepada pihak manajemen PT SKI, personel operasional, termasuk Pak Itam selaku mandor yang diduga melakukan sterilisasi area pelabuhan

Mengamankan data, rekam jejak, serta bukti-bukti terkait aliran minyak yang diduga melalui jalur gelap dengan harga Rp8.200 per liter

Menelusuri aliran dana dan identifikasi pihak-pihak yang diduga diuntungkan dari praktik ini

Memastikan pengawasan diperketat dan tidak ada lagi pengalihan BBM bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat luas

Sumber daya energi adalah aset bangsa yang harus dijaga, bukan dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi. Tidak ada kekuatan yang berada di atas hukum. Masyarakat berhak mengetahui kebenaran secara transparan. Awak media akan terus memantau dan mengawal setiap langkah penindakan yang dilakukan pihak berwenang demi keadilan dan kepastian hukum.

Catatan Redaksi:Dugaan ini belum terkonfirmasi secara resmi dari pihak terkait. Redaksi mengundang pihak PT Sumber Kencana Inhu maupun pihak berwenang untuk memberikan tanggapan dan klarifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *