Example 728x250
BeritaPemerintahRiau

Plt Gubri Dorong Reformasi Pelayanan Kesehatan, Farmasi Diminta Perketat Pengawasan Obat

4
×

Plt Gubri Dorong Reformasi Pelayanan Kesehatan, Farmasi Diminta Perketat Pengawasan Obat

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dari tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit milik pemerintah daerah.

Menurut SF Hariyanto, jumlah kunjungan rawat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru telah mencapai lebih dari 229 ribu kunjungan dalam satu tahun. Angka tersebut setara dengan sekitar 700 hingga 800 pasien yang datang setiap harinya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang kita berikan,” ujar SF Hariyanto kepada Garda45.com, saat menghadiri kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (HISFARSI), Kamis (25/6/2026).

Ia menilai tingginya jumlah kunjungan tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu, rumah sakit dan tenaga kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan pasien.

SF Hariyanto berharap berbagai inovasi dan praktik baik yang berkembang di berbagai daerah dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan secara luas demi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.

“Lebih dari itu, saya berharap PIT dan Mukernas HISFARSI dapat menghasilkan masukan yang konstruktif bagi rumah sakit, organisasi profesi maupun pemerintah. Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh sistem yang berpihak kepada pasien, tetapi juga oleh sistem yang mendukung tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto juga memberikan perhatian khusus terhadap peran tenaga farmasi. Ia menegaskan bahwa farmasi memiliki fungsi strategis dalam menjaga mutu dan keamanan obat yang digunakan masyarakat.

Menurutnya, tugas tenaga farmasi tidak berhenti pada penyediaan obat-obatan, tetapi juga memastikan proses pengawasan berjalan optimal mulai dari distribusi hingga penggunaan oleh pasien.

“Apoteker dan tenaga farmasi bukan hanya menyediakan obat-obatan. Mereka juga harus mengawasi. Jangan sampai ada obat yang kedaluwarsa sebelum sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi pelayanan, serta perbaikan tata kelola rumah sakit harus terus dilakukan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, aman, dan berkualitas.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen memberikan perlindungan serta dukungan yang lebih baik kepada tenaga kesehatan agar dapat menjalankan tugas dan pengabdian secara optimal.

“Tujuan kita sama, menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat dan aman, sementara tenaga kesehatan dapat bekerja lebih optimal, lebih terlindungi, serta didukung oleh sistem pelayanan yang semakin baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *