MUARO JAMBI – Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan pembentukan karakter bagi para peserta.
Kegiatan penutupan berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (25/06/2026).
Usai mengikuti rangkaian Jamda Jambi 2026, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tebo mulai mematangkan persiapan untuk mengikuti ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) XII yang akan digelar pada 12–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Pimpinan Kontingen Cabang Tebo melalui Wakil Ketua Bidang Bina Muda, Nofriadi, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pelaksanaan Jamda sekaligus apresiasi yang diberikan Kwartir Daerah (Kwarda) Jambi terhadap kesiapan kontingen Tebo menuju Jamnas XII.
“Alhamdulillah kontingen cabang Tebo telah selesai mengikuti Jambore Daerah yang ditutup oleh Kwarda Jambi yang diwakili bapak Amdes Setia Budi selaku Waka Bina Muda Kwarda. Alhamdulillah kita mendapatkan apresiasi luar biasa untuk mengikuti Jambore Nasional tanggal 12 sampai 20 Agustus,” ujar Nofriadi.
Ia menjelaskan, Kwarcab Tebo akan mengirimkan sebanyak 16 peserta putra dan 16 peserta putri untuk mengikuti Jamnas XII. Selain peserta, kontingen juga akan didukung oleh pendamping, pimpinan kontingen, serta tenaga kesehatan.
“Semua peserta terakomodir untuk bisa berangkat, ditambah dengan pendamping, penkot dan tenaga kesehatan,” katanya.
Nofriadi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tebo, Kwarcab Tebo, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan kontingen.
“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tebo yang sudah mensupport kita. Kita sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, kwarcab, dan pihak lainnya yang membangun kebersamaan bersama,” ungkapnya.
Ia berharap para anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan Jamda dapat membawa pengalaman positif dan menerapkan nilai kedisiplinan serta karakter yang diperoleh selama kegiatan.
“Kami berharap adik-adik kita yang mengikuti jambore selama kurang lebih satu minggu ini benar-benar berproses mendapatkan pembelajaran yang baik. Semuanya tertata dengan baik, mulai dari bangun pukul 04.00, persiapan salat subuh berjamaah, dilanjutkan olahraga, kemudian mengikuti kegiatan sesuai rute yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Menurutnya, nilai disiplin dan pembentukan karakter yang didapatkan selama jambore diharapkan tetap diterapkan ketika para peserta kembali ke lingkungan masing-masing.
“Artinya disiplin dan karakter yang mereka dapatkan selama jambore ini dapat bertahan dan sampai di rumah bisa diaplikasikan,” tutup Nofriadi.
(Roby Hably)













