PEKANBARU – Langkah konsolidasi politik yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Riau semakin menunjukkan arah yang jelas dan progresif. Di bawah kepemimpinan Peri Akri, pembentukan struktur partai hingga ke tingkat kabupaten/kota terus dipercepat sebagai bagian dari komitmen membangun kekuatan politik yang berpihak kepada rakyat.
Sejak menerima mandat sebagai Ketua DPD PRI Riau, Peri Akri langsung bergerak cepat menyusun fondasi organisasi yang solid dan inklusif. Hingga saat ini, mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai daerah telah terbentuk, menunjukkan keseriusan PRI dalam menyiapkan diri sebagai wadah aspirasi masyarakat yang nyata, bukan sekadar simbol politik.
Dalam keterangannya, Rabu (29/04/2026), Peri Akri menyampaikan optimisme bahwa seluruh struktur DPC akan rampung pada Mei 2026. Ia menegaskan bahwa pembentukan ini bukan hanya soal kelengkapan administratif, melainkan upaya membangun jaringan perjuangan yang mampu menjangkau langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput.
“Alhamdulillah, sebagian besar DPC sudah terbentuk. Insya Allah pada bulan Mei seluruh struktur di tingkat kabupaten/kota akan selesai dan siap bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, Peri menegaskan bahwa Partai Rakyat Indonesia hadir sebagai gerakan politik yang mengedepankan nilai kepedulian, keberpihakan, dan aksi nyata. Partai yang didirikan oleh Muhammad Nazaruddin ini, kata dia, memiliki visi besar untuk menjadi jembatan antara suara rakyat dengan kebijakan yang berpihak.
“PRI bukan sekadar partai, tetapi gerakan bersama untuk mendengar, merasakan, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam momentum ini, Peri Akri juga mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, kaum intelektual, hingga generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam perjuangan politik yang sehat dan konstruktif.
Menurutnya, peran akademisi dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menghadirkan gagasan, kritik, serta solusi yang berbasis keilmuan dan pengalaman sosial. Kolaborasi tersebut diyakini mampu memperkuat kualitas kebijakan serta arah perjuangan partai ke depan.
“Sudah saatnya kita bersatu. Kaum intelektual, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda harus hadir menjadi bagian dari perubahan. PRI membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berkontribusi untuk rakyat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis dalam merumuskan arah kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.
Dengan target rampungnya seluruh struktur DPC pada Mei 2026, DPD PRI Riau optimistis dapat membangun kekuatan politik yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga kuat dalam legitimasi sosial. PRI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
**(Red













