Example 728x250
Berita

Viral! Sekre Dinsos Kampar Turun ke Dapur, Pilado Kambiu Jadi Bintang HUT Kampar ke-76

52
×

Viral! Sekre Dinsos Kampar Turun ke Dapur, Pilado Kambiu Jadi Bintang HUT Kampar ke-76

Sebarkan artikel ini

Kampar – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-76 tahun 2026 tak hanya diramaikan oleh seremoni dan hiburan rakyat. Di tengah gegap gempita acara, satu momen unik justru mencuri perhatian publik dan viral di masyarakat: aksi Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kampar, Nurkholis, yang turun langsung mengikuti lomba kuliner tradisional Pilado Kambiu. Sabtu (7/2/26).

Mengenakan celemek merah bertuliskan Dinas Sosial Kab. Kampar, Nurkholis tampak serius sekaligus penuh semangat saat menyiapkan Pilado Kambiu, kuliner khas Kampar yang sarat nilai budaya. Bukan sekadar formalitas, keikutsertaan nomor urut 23 ini menunjukkan keterlibatan langsung pejabat daerah dalam merawat warisan kuliner lokal.

“Ini bukan soal lomba menang atau kalah, tapi bagaimana budaya Kampar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujar salah seorang pengunjung yang menyaksikan langsung.

Pilado Kambiu yang disajikan bukan hanya menggugah selera, namun juga menjadi simbol kekayaan kearifan lokal masyarakat Kampar. Mulai dari proses pengolahan hingga penyajian, seluruhnya mencerminkan nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Aksi Sekre Dinsos Kampar ini sontak mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan tamu undangan, termasuk Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, yang turut memberikan apresiasi. Kehadiran pimpinan daerah di tengah lomba kuliner rakyat dinilai sebagai bentuk nyata kedekatan pemerintah dengan budaya dan masyarakatnya.

Viralnya momen ini di media sosial menjadi bukti bahwa sentuhan sederhana-namun tulus-dari seorang pejabat publik mampu membangun kesan kuat di tengah masyarakat. Bukan di balik meja, melainkan di tengah rakyat dan tradisi.

Perayaan HUT Kampar ke-76 pun terasa lebih bermakna. Bukan hanya merayakan usia daerah, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga identitas, budaya, dan kearifan lokal Kampar agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

✍️Isar Topankk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *