Example 728x250
Berita

Maut di Balik Mesin Raksasa: Nyawa Karyawan Melayang di PT Indah Kiat Perawang, Sistem Error atau Kelalaian?

3
×

Maut di Balik Mesin Raksasa: Nyawa Karyawan Melayang di PT Indah Kiat Perawang, Sistem Error atau Kelalaian?

Sebarkan artikel ini

(Foto Ilustrasi) 

Siak – Kecelakaan kerja kembali mengguncang kawasan industri di Riau. Kali ini, insiden tragis terjadi di area produksi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang, Kabupaten Siak, yang merenggut nyawa seorang karyawan berinisial SF (46), Kamis (2/4/2026) dini hari.

Korban diduga tewas setelah tertimpa roll jumbo kertas berbobot lebih dari 3 ton di area gudang finishing. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan kerja di perusahaan raksasa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 05.56 WIB, hanya beberapa jam sebelum korban mengakhiri shift malamnya. Saat itu, korban tengah melakukan aktivitas rutin berupa pengecekan dan pembersihan area kerja.

Namun nahas, di saat seharusnya tidak ada aktivitas alat berat, justru terjadi pergerakan roll jumbo kertas. Seorang rekan kerja korban mengungkapkan bahwa pada waktu pembersihan, seluruh alat atau robot pemindah roll seharusnya tidak lagi beroperasi.

“Seharusnya sudah tidak ada aktivitas alat di jam itu,” ujarnya.

Diduga kuat, kecelakaan bermula dari gangguan sistem pada alat pemindah (crane/robot). Roll jumbo yang sedang diangkat mengalami error dan kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya tergelincir dan jatuh tepat ke arah korban.

Korban sempat berusaha menghindar. Namun beratnya material membuat tubuhnya tidak mampu menyelamatkan diri. Ia mengalami luka fatal—remuk pada bagian dada serta patah tulang kaki kiri.

Tim tanggap darurat perusahaan bergerak cepat melakukan evakuasi. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju klinik perusahaan.

Apakah ini murni kesalahan sistem? Ataukah ada kelalaian fatal dalam penerapan standar operasional?

Kematian SF tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga kemarahan. Pihak keluarga korban menuntut agar seluruh hak korban dipenuhi sesuai undang-undang yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat dan tokoh setempat mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Mereka menilai, insiden seperti ini bukan lagi kejadian baru.

“Ini bukan pertama kali. Sudah terlalu sering terjadi kecelakaan kerja di sana, bahkan sampai merenggut nyawa,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Desakan pun menguat agar dilakukan:

– Audit menyeluruh terhadap alat berat dan sistem operasional

– Evaluasi ketat terhadap SOP kerja

– Peningkatan pengawasan penerapan K3

– Pelatihan keselamatan yang lebih serius bagi pekerja

Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Jangan sampai muncul persepsi bahwa perusahaan besar kebal terhadap hukum.

Jika kecelakaan demi kecelakaan terus berulang tanpa tindakan nyata, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan pekerja—tetapi juga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa di balik megahnya industri, masih ada nyawa pekerja yang terancam setiap saat. Dan ketika sistem gagal melindungi, maka tragedi seperti ini hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *