Pekanbaru – Suasana di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru mendadak memanas, Rabu (12/11/2025). Ratusan masyarakat dari berbagai elemen turun ke jalan, menggelar aksi damai menuntut keadilan dan memprotes maraknya praktik mafia tanah serta dugaan permainan hukum di lembaga peradilan.
Dengan membawa spanduk bertuliskan “Rakyat Lawan Mafia Tanah!” dan “Hukum Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas!”, massa berkumpul sejak pagi di halaman depan PTUN Pekanbaru. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan mendalam terhadap kasus-kasus sengketa lahan yang dinilai merugikan masyarakat kecil namun justru menguntungkan pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut “bermain” di balik meja hukum.
Salah satu orator aksi menyuarakan kemarahan publik, “Kami datang bukan untuk membuat keributan, tapi menuntut keadilan! Tanah rakyat dirampas, hukum dibeli, sementara yang benar dikalahkan. Ini sudah keterlaluan!” teriaknya lantang disambut yel-yel para demonstran.
Massa juga mendesak agar aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, termasuk PTUN, bersikap netral serta berani menindak oknum yang terlibat dalam jaringan mafia tanah di Riau. Mereka menegaskan bahwa perlawanan terhadap mafia tanah dan mafia hukum akan terus berlanjut hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
Aksi ini berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski demikian, orasi-orasi keras yang menggema di depan gedung PTUN menandakan bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga hukum kini sedang berada di ujung tanduk.
Masyarakat berharap suara mereka kali ini tidak lagi diabaikan. “Kami hanya ingin keadilan. Jangan biarkan mafia tanah dan mafia hukum merajalela di negeri ini,” ujar seorang peserta aksi dengan nada tegas.













