Kampar – Suasana khidmat malam takbir menjelang Hari Raya Idul Fitri berubah menjadi mencekam di kawasan Air Tiris, Kabupaten Kampar. Lapangan depan kantor camat yang semestinya menjadi pusat kegiatan religi justru dipenuhi asap tebal dari ledakan mercon, hingga mengganggu arus mudik lintas provinsi. Sabtu (21/3/26) 01:15 WIB.
Pantauan di lokasi, kepulan asap pekat menutup pandangan pengguna jalan yang melintas dari Pekanbaru menuju Sumatra Barat. Atau Pekanbaru Bangkinang, Jalan utama dipadati oleh kerumunan pemuda yang menyalakan mercon secara berulang tanpa pengamanan yang memadai.
Kondisi ini membuat para pemudik terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan beberapa di antaranya terlihat berhenti karena jarak pandang yang sangat terbatas. Situasi semakin berbahaya dengan suara dentuman keras yang terus menggema di tengah malam.
Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain mengganggu kenyamanan malam takbiran, aktivitas mercon yang tidak terkendali juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Ini bukan lagi hiburan, tapi sudah mengancam keselamatan. Jalan jadi gelap dan penuh asap, kendaraan sulit melihat,” ujar salah satu warga di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pengamanan maksimal dari pihak terkait untuk mengurai kerumunan maupun mengendalikan penggunaan mercon. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan di jalur mudik yang seharusnya menjadi prioritas pengamanan.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius, mengingat malam takbir seharusnya diisi dengan kegiatan penuh makna dan kebersamaan, bukan justru menimbulkan keresahan dan ancaman bagi masyarakat luas.
L/p: isar Topankk













