Example 728x250
Berita

Lima Tahun Tak Tersentuh, Aktivitas Pembakaran Emas Ilegal di Teluk Kuali Diduga Kebal Hukum

68
×

Lima Tahun Tak Tersentuh, Aktivitas Pembakaran Emas Ilegal di Teluk Kuali Diduga Kebal Hukum

Sebarkan artikel ini

TEBO ULU – Aktivitas Pembakaran Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, diduga masih terus berlangsung bebas tanpa penindakan. Ironisnya, praktik ilegal yang berlokasi di Desa Teluk Kuali tersebut dikabarkan telah beroperasi hampir lima tahun dan hingga kini belum tersentuh hukum. Minggu 8 Februari 2026.

Berdasarkan penelusuran dan informasi yang dihimpun dari warga setempat, proses pembakaran emas hasil tambang ilegal dilakukan secara terselubung dan sistematis guna menghindari pantauan aparat penegak hukum. Aktivitas ini diduga telah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat sekitar.

Dari hasil penelusuran lapangan, nama seorang oknum warga berinisial H mencuat dan disebut-sebut sebagai pihak yang berada di balik operasional pembakaran emas ilegal tersebut. Meski dugaan ini telah lama beredar, hingga kini belum terlihat adanya langkah penindakan yang signifikan.

Modus Operandi “Senyap”
Meski berskala cukup besar, aktivitas pembakaran emas ini diduga dijalankan dengan pola yang rapi dan tertutup. Beberapa modus yang terungkap di lapangan antara lain:
– Lokasi Tersembunyi
Tempat pembakaran berada di area yang sulit dijangkau dan jauh dari pemukiman padat, sehingga minim pengawasan publik.

– Waktu Operasi Terbatas
Proses pembakaran emas dilakukan pada jam-jam tertentu, diduga untuk menghindari kecurigaan masyarakat maupun aparat.

– Ancaman Lingkungan dan Kesehatan
Penggunaan merkuri dalam proses pembakaran tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan, khususnya sungai, serta membahayakan kesehatan masyarakat akibat paparan asap beracun.

Fakta bahwa aktivitas ini diduga telah berlangsung selama hampir lima tahun menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, mengingat praktik ilegal tersebut terkesan “licin” dan kebal dari tindakan tegas.

Masyarakat Desa Teluk Kuali dan sekitarnya kini berharap agar Polres Tebo maupun Polda Jambi segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting, tidak hanya untuk menghentikan praktik pembakaran emas ilegal, tetapi juga demi menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *