Rokan Hilir – Situasi keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang sempat memanas akibat aksi unjuk rasa warga pada Jumat (10/4/2026), kini dipastikan telah kembali terkendali. Aparat gabungan dari Polres Rokan Hilir bersama TNI berhasil meredam gejolak di lapangan dan memastikan kondisi wilayah tetap aman serta kondusif.
Aksi massa yang awalnya diikuti sekitar 150 warga dimulai dari Masjid Raya Panipahan pada pukul 14.15 WIB. Warga kemudian bergerak menuju Mapolsek Panipahan untuk menyuarakan keresahan mereka terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di daerah tersebut. Sesampainya di Mapolsek sekitar pukul 14.50 WIB, massa diterima secara terbuka oleh aparat kepolisian, unsur pemerintah kecamatan, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan tuntutan dan harapan agar persoalan narkoba segera ditangani secara serius. Aparat pun menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui proses hukum yang profesional.
Namun, situasi berubah sekitar pukul 16.20 WIB ketika sebagian massa bergerak menuju rumah seorang warga yang diduga memiliki kaitan dengan jaringan narkoba. Di lokasi itu, emosi massa memuncak hingga berujung pada aksi perusakan dan pembakaran. Dalam insiden tersebut, jumlah massa meningkat hingga diperkirakan mencapai 500 orang.
Empat unit sepeda motor dilaporkan dibakar, sementara sejumlah barang dari dalam rumah turut dikeluarkan dan dibakar di depan lokasi. Meski sempat terjadi aksi anarkis, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Menghadapi kondisi tersebut, aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengamanan.
Dengan pendekatan persuasif yang dibarengi langkah pengendalian secara terukur, situasi perlahan dapat diredam hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB. Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, menegaskan bahwa situasi di Panipahan kini sudah dalam keadaan aman.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh provokasi. “Kami memastikan kondisi saat ini sudah aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum,” ujar Kapolres, Sabtu (11/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh persoalan, termasuk dugaan peredaran narkoba yang menjadi keresahan warga, akan ditangani secara serius sesuai aturan hukum yang berlaku. “Percayakan proses penanganannya kepada aparat penegak hukum. Kami akan menindaklanjuti persoalan ini secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolres turut mengingatkan bahwa tindakan perusakan maupun pembakaran tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan memperkeruh situasi. Sebagai langkah lanjutan untuk mendinginkan suasana, pada Sabtu (11/4/2026) Kapolres bersama Wakil Bupati Rokan Hilir turun langsung ke Panipahan.
Kehadiran mereka dilakukan dalam rangka cooling system melalui dialog terbuka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan warga. Dalam dialog tersebut, masyarakat kembali menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap peredaran narkoba yang dinilai telah merusak lingkungan sosial dan mengancam masa depan generasi muda.
Aspirasi tersebut diterima sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencari solusi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan. Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan narkoba.
Ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah penertiban dilakukan secara administratif dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. “Pemerintah daerah tidak akan memberi ruang terhadap aktivitas yang berkaitan dengan narkoba.
Upaya penertiban harus dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan hukum, dengan dukungan resmi masyarakat sebagai dasar yang kuat,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres kembali menegaskan komitmen aparat dalam menindaklanjuti seluruh persoalan melalui jalur hukum, seraya mengajak warga bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. “Mari kita jaga situasi ini tetap aman dan damai.
Jangan sampai muncul lagi tindakan yang justru merugikan semua pihak. Kami hadir untuk memastikan setiap persoalan ditangani dengan baik,” katanya. Pendekatan dialogis yang dilakukan pemerintah daerah dan aparat keamanan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Para tokoh yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban, serta menolak provokasi yang dapat memperburuk keadaan. Saat ini, aktivitas warga di Panipahan dilaporkan telah kembali berjalan normal. Meski demikian, aparat keamanan masih disiagakan di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Kapolres pun kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Panipahan,” tutupnya.













