Example 728x250
AdvertorialBeritaKuansing

Bupati Suhardiman Amby Minta Perantau Hidupkan Wisma Jalur, Jadi Pusat Ekonomi Warga Kuansing di Rantau

9
×

Bupati Suhardiman Amby Minta Perantau Hidupkan Wisma Jalur, Jadi Pusat Ekonomi Warga Kuansing di Rantau

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Suhardiman Amby, Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Riau agar keberadaan Wisma Jalur tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar dihidupkan sebagai pusat aktivitas dan penguatan ekonomi warga Kuansing di perantauan.

Pesan tersebut disampaikan Suhardiman saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan penguatan organisasi IKKS Riau, Sabtu malam (14/3/2026), di Hotel Grand Central. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa organisasi perantau memiliki peran strategis dalam membantu mendorong kemajuan daerah asal.

Menurutnya, IKKS tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul semata, tetapi harus berkembang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Perantau Kuansing harus tetap solid. Wisma Jalur harus kita hidupkan, jangan hanya menjadi bangunan. Jadikan itu pusat kegiatan, silaturahmi, bahkan penguatan ekonomi masyarakat Kuansing di perantauan,” tegas Suhardiman.

Ia menilai keberadaan komunitas perantau sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kuansing yang tinggal di berbagai wilayah. Melalui IKKS, komunikasi dan kolaborasi pembangunan diyakini dapat semakin diperkuat.

Bupati yang dikenal aktif mendorong berbagai terobosan pembangunan di Kuansing itu juga menekankan bahwa para perantau memiliki peran besar dalam mempromosikan potensi daerah, baik di sektor budaya, pariwisata, maupun peluang investasi ekonomi.

Menurutnya, masyarakat Kuansing di rantau dapat menjadi duta daerah yang memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi wisata daerah, termasuk event budaya kebanggaan masyarakat Kuansing, yakni Pacu Jalur.

“Perantau adalah duta daerah. Mereka bisa memperkenalkan budaya Kuansing, termasuk event budaya besar seperti Pacu Jalur, sekaligus membuka peluang investasi untuk kampung halaman,” ujarnya.

Lebih jauh, Suhardiman juga mendorong para perantau agar tidak ragu berinvestasi di Kuansing. Ia menilai banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pariwisata, usaha kuliner, hingga pembangunan hotel dan penginapan yang dapat memperkuat perekonomian daerah.

Di sisi lain, kepengurusan IKKS Riau diharapkan mampu menjadi simpul kekuatan sosial masyarakat Kuansing di perantauan. Organisasi tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi antarperantau, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Suhardiman optimistis IKKS Riau dapat menjadi motor penggerak solidaritas perantau sekaligus penguat ekonomi Kuansing, baik di rantau maupun di kampung halaman.

“Kalau perantau bersatu, kampung halaman pasti ikut maju,” pungkasnya.

 

Editor : Jasriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *