PEKANBARU – Keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPBI hingga kini belum menunjukkan aktivitas organisasi. Meski persiapan telah dilakukan sejak 2025, proses pencalonan hingga pemilihan ketua BEM belum juga terlaksana akibat minimnya partisipasi mahasiswa.
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPBI, Sartika, S.Sos., M.I.Kom., mengungkapkan bahwa sosialisasi pembentukan BEM sebenarnya telah dilakukan kepada mahasiswa dari berbagai semester. Namun, hingga saat ini belum ada mahasiswa yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
“Persiapan sudah dilakukan pada 2025 dan sudah disosialisasikan ke semua semester, dari semester bawah sampai atas. Namun belum ada pencalonan dan pemilihan,” ujar Sartika.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah sebagian besar mahasiswa FISIP memiliki kesibukan bekerja. Kondisi tersebut membuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi menjadi terbatas.
Sebagai langkah ke depan, pihak kampus berencana mendorong keterlibatan mahasiswa kelas A atau kelas pagi yang tidak memiliki keterikatan pekerjaan agar dapat berpartisipasi dalam pembentukan BEM.
Sartika berharap mahasiswa tidak memandang organisasi hanya sebagai kegiatan tambahan yang menyita waktu. Menurutnya, organisasi merupakan wadah untuk mengembangkan kemampuan, membangun pengalaman, serta mengasah potensi diri.
“Semoga ada yang berminat dan mau mengembangkan dirinya. Organisasi bukan sekadar menghabiskan waktu dan aktivitas, tetapi untuk mengembangkan diri. Potensi diri bisa diasah melalui organisasi, salah satunya BEM,” katanya.
Sementara itu, Prastio, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2025, turut menyoroti belum aktifnya BEM FISIP. Ia menilai aktivitas organisasi tersebut masih tertinggal dibandingkan BEM di fakultas lain, meskipun dosen Ilmu Komunikasi telah berupaya mengakomodasi pembentukannya.
Prastio mengaku mulai mengenal BEM pada Desember 2025 melalui seorang teman sekelasnya bernama Bili, yang saat itu menjadi anggota BEM Komunikasi. Ketertarikannya untuk mengetahui sistem kerja organisasi membuat dirinya bergabung sebagai panitia pemilihan ketua dan wakil ketua BEM.
Namun, proses pemilihan akhirnya terkendala karena kurangnya mahasiswa yang bersedia mencalonkan diri sebagai ketua. Dari angkatan 2025, hanya tiga mahasiswa yang bergabung dalam organisasi tersebut, termasuk dirinya.
Prastio berharap BEM FISIP dapat segera terbentuk dan menjalankan berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti BEM di fakultas lain. Ia juga mengajak mahasiswa baru Ilmu Komunikasi serta mahasiswa semester tiga untuk ikut mengambil bagian dalam organisasi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sangat dibutuhkan, baik sebagai calon pengurus maupun anggota yang membantu menjalankan kegiatan organisasi.
Belum aktifnya BEM FISIP menjadi perhatian bersama. Diperlukan kesadaran dan kemauan mahasiswa untuk berpartisipasi agar organisasi kemahasiswaan tersebut tidak hanya sebatas rencana, tetapi benar-benar hadir sebagai wadah aspirasi, kreativitas, dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Nara Sumber Citra Rahmadani
Pawarta Iskandar Chaniago













