Example 728x250
Berita

Polda Riau Usut Dugaan Peredaran Narkoba di MP Club 68 Positif Narkotika, 8 Orang Masih Diperiksa

5652
×

Polda Riau Usut Dugaan Peredaran Narkoba di MP Club 68 Positif Narkotika, 8 Orang Masih Diperiksa

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru – Hasil penggerebekan MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, menjadi perhatian setelah 68 orang yang diamankan dinyatakan positif mengandung narkotika berdasarkan hasil tes urine. Di tengah temuan tersebut, polisi kini memburu kemungkinan jaringan peredaran narkoba yang diduga beroperasi di tempat hiburan malam itu.

Operasi gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berlangsung Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menyelidiki aktivitas di lokasi tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan 68 orang yang terdiri atas 47 laki-laki dan 21 perempuan. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan 42 laki-laki positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Sementara itu, seluruh perempuan yang diperiksa juga dinyatakan positif mengandung kedua zat tersebut.

Orang-orang yang diamankan berasal dari sejumlah kalangan, mulai dari pengunjung hingga pelayan, petugas keamanan, dan asisten manajer.

Tak hanya mengamankan puluhan orang, polisi turut menyita 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan uang belasan juta rupiah tersebut ditemukan pada salah seorang pengunjung yang dicurigai berperan sebagai pengedar.

“Uang itu disita dari salah satu pengunjung yang kami duga mengedarkan barang di lokasi tersebut. Ini masih kami kembangkan, dari hilir sampai ke hulu,” kata Putu, Selasa (12/10/2026).

Delapan Orang Masih Diperiksa, Transaksi Narkoba Ditelusuri

Polisi kini memusatkan pendalaman terhadap delapan orang yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut. Penyidik berupaya mengungkap peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam peredaran narkotika.

Bukti transaksi pembelian yang ditemukan di lokasi turut menjadi perhatian penyidik. Polisi akan menganalisis telepon seluler dan rekening pihak-pihak yang diperiksa untuk menelusuri komunikasi, aliran uang, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan pemasok.

Penyidik juga masih mengusut apakah dugaan peredaran narkoba itu melibatkan manajemen MP Club atau dilakukan pihak luar yang datang untuk menjual narkotika di dalam lokasi.

“Kami masih mendalami apakah ada keterlibatan manajemen tempat hiburan malam ini. Ada juga barang bukti yang kami temukan dari orang luar yang datang ke sana kemudian berjualan di dalam,” ungkap Putu.

Dengan demikian, keterlibatan pengelola tempat hiburan malam tersebut belum dapat disimpulkan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Terancam Ditindaklanjuti, Polisi Buka Peluang Pasang Garis Polisi

Temuan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan operasional MP Club. Namun, polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung.

Jika hasil penyidikan membuktikan tempat tersebut menjadi lokasi peredaran narkotika, kepolisian akan menyurati Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menindaklanjuti temuan tersebut sesuai kewenangannya.

Polisi juga membuka kemungkinan memasang garis polisi apabila langkah itu diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

Sementara itu, sebanyak 60 orang yang diamankan telah diserahkan ke BNNP Riau untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu. Tim tersebut terdiri atas unsur kepolisian, kejaksaan, BNN, dan tenaga medis.

Asesmen dilakukan untuk membantu menentukan penanganan yang sesuai bagi masing-masing orang, termasuk kemungkinan rehabilitasi bagi mereka yang memenuhi kriteria sebagai pengguna narkotika. Delapan orang lainnya masih menjalani pendalaman oleh penyidik.

Dugaan Kaitan dengan Kematian Anak di Bawah Umur Belum Terjawab

Di sisi lain, polisi belum memastikan apakah penggerebekan MP Club berkaitan dengan kematian seorang anak di bawah umur yang diduga mengalami overdosis di tempat hiburan malam tersebut pada 11 September 2026.

Dugaan hubungan antara kedua peristiwa itu masih harus ditelusuri melalui penyelidikan lebih lanjut. Polisi belum menyimpulkan adanya keterkaitan langsung antara kasus kematian tersebut dan temuan narkotika dalam penggerebekan terbaru.

Dalam penanganan perkara ini, Bareskrim Polri turut memperkenalkan program Bersama Polri Pulih Bersama yang mengusung tagline “Polisi bersama masyarakat, berantas bandar dan pengedar, pulihkan pengguna”.

Program tersebut menitikberatkan pada pemberantasan jaringan pengedar sekaligus pemulihan pengguna yang memenuhi kriteria untuk menjalani rehabilitasi.

Kini, fokus penyidikan tertuju pada pengungkapan peran delapan orang yang masih diperiksa, penelusuran aliran transaksi, serta kemungkinan jaringan pemasok narkotika. Hasil pendalaman itu juga akan menjadi bagian penting untuk memastikan apakah ada pihak lain yang harus dimintai pertanggungjawaban atas dugaan peredaran narkotika di MP Club Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *