Example 728x250
BeritaKejaksaanTebo

KEJAKSAAN NEGERI TEBO EKSEKUSI PENGEMBALIAN UANG Rp.3,825 MILIAR DALAM PERKARA KORUPSI KUR BSI

7
×

KEJAKSAAN NEGERI TEBO EKSEKUSI PENGEMBALIAN UANG Rp.3,825 MILIAR DALAM PERKARA KORUPSI KUR BSI

Sebarkan artikel ini

TEBO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo melaksanakan tahap eksekusi berupa pengembalian barang bukti uang tunai senilai Rp3.825.022.282,85 kepada PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Kegiatan berlangsung di aula kejaksaan, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, Pada Selasa (06/10/2026).

Pengembalian uang, merupakan bagian dari pelaksanaan putusan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jambi Rimbo Bujang 1 periode tahun 2021.

Berdasarkan siaran pers Kejari Tebo, pelaksanaan eksekusi tersebut mengacu pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 7477 K/Pid.Sus/2026 tanggal 15 Juli 2026. Dalam putusan tersebut, barang bukti berupa uang tunai diperintahkan untuk dikembalikan kepada PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Adapun uang yang dikembalikan terdiri dari dua sumber, yakni : Pertama, uang angsuran pokok yang telah dibayarkan oleh 26 orang nasabah BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1 per 24 Januari 2025. Uang tersebut menjadi temuan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jambi berdasarkan Surat Nomor PE.03.03/SR-46/PW05/5/2025, dengan nilai Rp2.397.258.168,85.

Kedua, uang pembayaran klaim asuransi yang telah dibayarkan oleh Askrindo Syariah dan Jamkrindo Syariah kepada BSI, yang juga menjadi bagian dari temuan audit PKKN BPKP Perwakilan Provinsi Jambi. Nilainya mencapai Rp1.427.764.114,00.

Dengan demikian, total uang tunai yang dieksekusi dan dikembalikan kepada pihak BSI mencapai : Rp3.825.022.282,85 (Tiga miliar delapan ratus dua puluh lima juta dua puluh dua ribu dua ratus delapan puluh dua rupiah delapan puluh lima sen).

Pengembalian barang bukti tersebut dilaksanakan di Muara Tebo, Selasa 6 Oktober 2026, sebagai bagian dari tahapan eksekusi putusan perkara tindak pidana korupsi.

Dalam perkara korupsi pembiayaan KUR BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1 periode 2021, Kejari Tebo menyebut terdapat dua terpidana yang telah dilakukan eksekusi pidana pokok berupa pidana penjara.

Keduanya yakni Ermalia Wendi binti Akmal, selaku eks Branch Manager BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1, serta Mardiantoni bin Muhtar M, selaku eks Micro Staff BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1.

Selain dua terpidana, dalam perkembangan perkara juga terdapat satu orang terdakwa berinisial H.A.P. yang disebut turut terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi pembiayaan KUR BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1 periode 2021.

Saat ini, perkara terdakwa H.A.P. disebut sedang dalam proses pelimpahan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jambi.

Tahap pengembalian uang tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan dalam perkara yang berkaitan dengan pembiayaan KUR BSI tersebut.

Dalam kegiatan eksekusi itu turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Tebo Dr. Alfian Bombing, S.H., M.H., perwakilan Bank Syariah Indonesia dari pusat, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), serta Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Tebo.

Kejari Tebo melalui siaran persnya menyampaikan bahwa pelaksanaan eksekusi dan pengembalian barang bukti tersebut merupakan bagian dari capaian kinerja Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tebo dalam penanganan perkara tindak pidana khusus.

Dari perkara KUR BSI Rimbo Bujang, uang Rp3,825 miliar kini resmi dikembalikan kepada pihak Bank Syariah Indonesia melalui tahapan eksekusi Kejaksaan Negeri Tebo.

Di kesempatan yang sama Legal BSI menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah pembenahan internal, terhadap sejumlah oknum yang diduga terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam perkara tindak pidana korupsi.

(ROBY HABLY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *