TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Wakil Bupati Tebo menggelar kegiatan paparan numerasi dan pembahasan rencana kerja tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, Jambi, Rabu (23/09/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bapperida, Kepala Bakauda, Inspektur, jajaran Bappeda, serta perwakilan Tanoto Foundation, di antaranya Dendi Satria Buana selaku Regional Lead Tanoto Foundation, Edwin Yohannes Tanoto, dan tim.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi mengatakan, pembahasan dilakukan bersama sejumlah stakeholder untuk mengevaluasi sekaligus menyusun langkah perbaikan dalam peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di Kabupaten Tebo.
“Hari ini kita berdiskusi bersama stakeholder yang ada, dari DPR, dinas terkait, Dinas Pendidikan, Bappeda, Bapperida, Bakauda, Inspektorat, serta Tanoto Foundation yang selama ini sudah lama bekerja sama dengan Tebo dalam rangka peningkatan SPM pendidikan di Kabupaten Tebo,” ujar Nazar Efendi.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah merapikan dan menyempurnakan proses penganggaran agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara tepat sasaran.
“Kita pertama merapikan serta menyempurnakan proses penganggaran supaya uang yang ada sesuai dan tepat sasaran, sehingga capaian SPM kita meningkat,” katanya.
Nazar menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin program yang telah direncanakan hanya sekadar terlaksana, namun hasilnya tidak maksimal. Karena itu, perencanaan dan penganggaran harus benar-benar diarahkan pada persoalan yang masih dihadapi Dinas Pendidikan.
“Jangan sampai sasarannya dicapai tetapi lambat, atau bahkan tidak tercapai sama sekali. Maka banyak diskusi yang digelar. Dari perencanaan dan penganggaran itu sudah harus fokus dengan persoalan yang ada di Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan evaluasi, terdapat capaian SPM yang mengalami peningkatan, namun masih ada indikator yang justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi dan menentukan langkah perbaikan ke depan.
“Ada capaian SPM yang naik, ada yang turun. Yang turun ini kita carikan solusi, ke depannya harus kita tingkatkan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nazar mengatakan peningkatan SPM pendidikan sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tebo dalam mewujudkan Tebo Cerdas.
Menurutnya, SPM menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan kualitas pelayanan pendidikan. Ketika capaian SPM meningkat, maka diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tebo juga semakin membaik.
“Tentu harapan kita sejalan dengan visi Tebo Cerdas. Bagaimana peningkatan Tebo Cerdas ini dapat segera tercapai. Kalau bisa jangan sampai 2030,” ujarnya.
Ia menambahkan, masukan dari berbagai pihak, termasuk Tanoto Foundation, sangat diperlukan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan di sektor pendidikan Kabupaten Tebo.
“Indikatornya adalah SPM sebenarnya. Ketika SPM naik, artinya pendidikan juga sudah mulai membaik. Maka kawan-kawan yang hadir bersama Tanoto Foundation juga memberikan masukan dan saran apa yang harus diperbaiki ke depannya,” pungkasnya.
(ROBY HABLY)
Pemkab Tebo Bahas Fokus Tingkatkan SPM Pendidikan













