BAGANSIAPIAPI – Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles memimpin langsung langkah penanganan teknis Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di wilayah ini, dengan menetapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir sebagai Pos Komando utama pengendalian wabah.
Keputusan ini diambil untuk menyatukan komando, mempercepat koordinasi lintas instansi, dan mengoptimalkan seluruh sumber daya guna merespons kasus secara cepat, tepat, dan terpadu. Sebagai pusat kendali, BPBD akan mengoordinasikan Dinas Kesehatan, jajaran puskesmas, unsur keamanan, pemerintah desa, serta elemen masyarakat dalam satu barisan.
“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. BPBD menjadi pusat pengendali agar upaya pemeriksaan dini, pengobatan, pengendalian vektor, hingga edukasi lingkungan berjalan sinkron dan tidak ada yang terlewat,” tegas Jhony Charles dalam rapat pemantauan.
Fokus utama penanganan meliputi pemeriksaan dan pengobatan yang menjangkau seluruh warga terdampak, penyemprotan dan pembersihan habitat nyamuk secara intensif, serta sosialisasi luas agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten berkomitmen menekan laju penularan secepat mungkin dan memulihkan kondisi kesehatan warga. Sinergi kuat antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian KLB malaria di Rokan Hilir.













