INHIL – Sering dikeluhkan karena kondisi bangunan yang menua dan banyak mengalami kebocoran saat hujan, sehingga sangat memprihatinkan, Bupati Indragiri Hilir H. Herman memperjuangkan pembangunan pasar yang megah pada tahun 2026 agar tercipta pasar yang nyaman, bersih, tertib, aman, dan kompetitif. Hal ini juga dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyediaan infrastruktur fisik yang layak, manajemen profesional, serta lokasi yang strategis.
“Pembangunan pasar ini harus terlaksana pada tahun 2026. Kita ingin menghadirkan pasar yang nyaman, bersih, tertib, aman, dan mampu bersaing, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Herman.
Pedagang menyambut positif rencana pembangunan pasar yang megah, estetik, dan sesuai kearifan lokal. Pasalnya, kondisi saat ini dinilai jauh dari aspek kenyamanan, keamanan, dan kelangsungan usaha mereka. Para pedagang pun antusias mendukung rencana Bupati Herman saat menyampaikan akan membangun Pasar Induk Yos Sudarso, Senin, 27/4/26.
Rencana pembangunan pasar induk ini akan dilakukan melalui skema lelang terbuka, dimulai bulan Agustus dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Sebagai tahap awal, pemerintah daerah kini tengah merampungkan penyusunan Detail Engineering Design (DED), yang akan menjadi acuan teknis pembangunan pasar baru dengan konsep bercorak lokal khas Indragiri Hilir.
Nantinya, bangunan Pasar Induk sepanjang 860 meter dengan lebar 11,5 meter akan dibagi ke dalam beberapa bagian sesuai klasifikasi jenis dagangan, serta dilengkapi MCK, pos keamanan, dan kantor pengelola. Selain itu, akan disediakan jalan selebar 4 meter dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) selebar 4,5 meter.
Gedung baru ini dirancang mampu menampung sekitar enam ratus lebih pedagang. Selama proses pembangunan berlangsung, lokasi harus bersih dan steril demi keamanan pekerja dan masyarakat pedagang. Oleh karena itu, para pedagang akan direlokasi ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disiapkan. Diharapkan, saat pemindahan tidak ada unsur pemaksaan.
Salah satu pedagang, Fandy, mengaku menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai pembangunan sudah sangat dibutuhkan karena kondisi pasar saat ini sering mengalami kebocoran saat hujan sehingga mengganggu aktivitas berdagang.
“Kami sangat mendukung rencana pembangunan ini. Kondisi pasar sekarang sering bocor saat hujan, jadi sangat mengganggu kami saat berjualan. Harapannya pasar baru nanti lebih nyaman dan aman,” ungkap Fandy.
Fandy berharap proyek revitalisasi ini dapat segera direalisasikan dan berjalan lancar hingga selesai tepat waktu, sehingga Pasar Induk Yos Sudarso bisa menjadi pusat perdagangan tradisional yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat Indragiri Hilir.













