Example 728x250
Kampar

Labbaikallah Humma Labbai… Suasana Haru Iringi Syukuran Keberangkatan Haji Keluarga Besar Bpk Zul Heri

23
×

Labbaikallah Humma Labbai… Suasana Haru Iringi Syukuran Keberangkatan Haji Keluarga Besar Bpk Zul Heri

Sebarkan artikel ini

Air Tiris – Lantunan talbiyah “Labbaikallah humma labbai…” menggema penuh khidmat dalam acara syukuran keberangkatan ke Tanah Suci yang digelar keluarga besar Bapak Zul Heri dan Ibu Nimar, di Air Tiris, Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, Jumat (10/4/26).

Acara yang berlangsung usai sholat Jum’at tersebut dipenuhi suasana haru dan kebahagiaan. Ratusan warga tampak hadir memadati kediaman keluarga, mulai dari kerabat dekat, tetangga, hingga tokoh masyarakat, untuk memberikan doa restu atas keberangkatan pasangan tersebut menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Kehangatan semakin terasa saat tausiyah disampaikan oleh ustaz, yang mengingatkan pentingnya keikhlasan dan kesiapan hati dalam menjalankan ibadah haji. Doa-doa pun mengalir, mengiringi langkah pasangan tersebut menuju panggilan suci sebagai tamu Allah.

Momen ini juga menjadi bukti bakti seorang anak kepada orang tua. Keberangkatan Bapak Zul Heri dan Ibu Nimar tak lepas dari peran sang anak yang telah sukses dalam usaha ternak ikan. Dengan niat tulus, ia mewujudkan impian orang tuanya untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam sambutannya, pihak keluarga menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan memberikan dukungan. Mereka berharap perjalanan ibadah ini diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Penyasawan, Roby Hidayat, beserta perangkat desa dan keluarga besar dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk solidaritas dan kebersamaan dalam mengiringi keberangkatan ibadah yang penuh makna ini.

Secara keagamaan, berbakti kepada orang tua dengan memberangkatkan mereka ke Tanah Suci merupakan amalan yang sangat mulia. Selain menjadi bentuk kasih sayang, hal tersebut juga diyakini membawa keberkahan serta kelapangan rezeki bagi anak yang melaksanakannya.

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, diberikan kesehatan, keselamatan, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dalam lindungan dan keberkahan-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kehidupan, termasuk perjalanan suci ke Tanah Suci, semata-mata ditujukan untuk mengabdi kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *