Example 728x250
Berita

Diduga Aktivitas PETI Bigboss Mastur Cemari Sungai Muara Lembu, Publik Soroti Peran APH

6
×

Diduga Aktivitas PETI Bigboss Mastur Cemari Sungai Muara Lembu, Publik Soroti Peran APH

Sebarkan artikel ini

Kuantan Singingi – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga dikelola oleh seorang yang dikenal dengan sebutan Big Boss Mastur di aliran Sungai Muara Lembu, Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menjadi sorotan publik, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara terang-terangan di aliran sungai tersebut memicu keresahan masyarakat. Warga menilai aktivitas ilegal itu seolah-olah kebal hukum dan terkesan tidak tersentuh aparat penegak hukum.

Sejumlah warga yang ditemui awak media mengaku heran karena aktivitas PETI dilakukan secara terbuka, bahkan disebut-sebut sempat dipublikasikan melalui media sosial.

“Lihatlah aktivitas PETI ini, sudah berani menantang hukum. Bahkan ada yang memposting kegiatannya di TikTok. Kita tahu itu ilegal. Seharusnya menghargai masyarakat dan Aparat Penegak Hukum (APH),” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Warga juga berharap adanya tindakan tegas dari aparat terkait agar aktivitas tersebut tidak terus berlanjut.

“Beritakan saja, Pak, supaya segera ditindak dan ada efek jera. Kami ingin Sungai Muara Lembu kembali jernih, tidak keruh dan tercemar. Habitat ikan dan lingkungan harus diselamatkan,” tambahnya.

Selain dugaan pencemaran lingkungan, aktivitas PETI tersebut sebelumnya juga dikabarkan sempat memicu perselisihan dengan pemilik kebun setempat akibat tumbangnya pohon kelapa sawit yang diduga terdampak kegiatan tambang.

Masyarakat pun meminta perhatian serius dari Kapolres Kuantan Singingi agar tidak tinggal diam terhadap persoalan ini. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum demi menyelamatkan lingkungan dan menjaga kepercayaan publik.

Hingga berita ini diterbitkan oleh Redaksi Garudasakti.id, pihak yang disebut-sebut sebagai pengelola aktivitas PETI masih dalam tahap konfirmasi. Demikian pula dengan Kapolres Kuantan Singingi yang masih diupayakan untuk dimintai keterangan resmi terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *