Bangkinang – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-76 menjadi refleksi penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk kembali meneguhkan jati diri daerah. Kabupaten Kampar yang dikenal dengan falsafah adat, religiusitas, dan sejarah perjuangan, diharapkan tetap berdiri kokoh menjaga marwahnya.rabu (4/2/26).
Kepala Perwakilan Riau (kaperwil) media garudasakti.id menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam kepada seluruh masyarakat Kampar, khususnya di ibu kota Bangkinang, yang selama ini dikenal sebagai “Serambi Mekkah” di Provinsi Riau.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76. Kampar bukan hanya wilayah administratif, tetapi rumah besar nilai adat, agama, dan perjuangan para pendahulu kita. Mari kita jaga bersama marwah Kampar, terutama Bangkinang sebagai pusat peradaban dan simbol religius daerah,” ujar isar Topankk.
Dalam suasana peringatan HUT Kampar yang sarat makna, isar Topankk mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, adat istiadat, serta menghormati alim ulama, pemuda, tokoh adat, dan pejuang negeri yang telah meletakkan dasar nilai luhur Kampar.
Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari etika, sopan santun, dan kepatuhan terhadap norma adat serta aturan yang berlaku.
“Jika nilai etika, adat sopan santun, dan rasa hormat kembali kita utamakan, maka Kampar akan kembali patuh pada aturan dan norma. Dari situlah lahir masyarakat yang kuat, bermartabat, dan beradab,” tegasnya.
Peringatan HUT Kampar ke-76 yang menampilkan ikon daerah, nuansa religius, serta simbol kekayaan alam menjadi pengingat bahwa Kampar memiliki identitas kuat yang harus dijaga bersama, bukan sekadar dirayakan secara seremonial.
Menutup pesannya, isar Topankk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan HUT Kampar sebagai momentum bersatu, berbenah, dan melangkah maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai agama.
“Kampar di hati, marwah di jiwa.
*Dirgahayu Kabupaten Kampar ke-76,” tutupnya.*
✍️Isar Topankk













