Pekanbaru,- Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau, Supriadi menyampaikan pesan penting kepada pemuda Riau untuk lebih profesional dalam bersikap dan berkomunikasi di media sosial. Hal ini disampaikan dalam rangka menanggapi adanya oknum yang asal berkomentar di media sosial tanpa klarifikasi yang jelas.
Menurut Supriadi sebagai pemuda yang mengaku sebagai agen perubahan, kita harus lebih objektif dalam menilai sesuatu berdasarkan fakta, data, dan bukti yang dapat diverifikasi. “Jangan asal ceplas ceplos, jangan menyebarkan kebohongan hanya karena kebencian dalam diri dan kepuasan nafsu belaka,” tegasnya.
Supriadi menekankan bahwa sebagai pemuda yang peduli dengan masyarakat, kita harus menjaga keharmonisan dan menghindari komentar yang dapat menimbulkan kegaduhan. “Berkomentar yang membangun itu sangat diharapkan, terlebih lebih kita sebagai negara yang demokratis,” ujarnya.
Namun, Supriadi juga mengingatkan bahwa ada satu hal yang harus kita tanamkan dalam diri kita, yaitu tidak menggunakan komentar untuk memburukkan orang lain. “Itu sangat tidak sehat, karena akan menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Ada akun salah satu akun Tiktok namanya Ant* Kor**si tapi tidak Mencerminkan Narasi Yang Baik,hanya mengedepankan kepentingan semata, Pak Walikota Pekanbaru Sudah jelas Mempertimbangkan dengan matang, dan pasti memilih orang orang yang berintegritas tinggi, kenapa kita harus memberikan kritik, tanpa bertindak dan memberi Solusi,
Begitu juga dengan Oknum Saudara Lars*n kerap memberikan kritik tanpa memberi saran yang baik, apa cocok mengaku sebagai pemuda dengan sikap begini, jangan mengaku pemuda kalau hanya mampu memberi kritik, kasih solusi dan tindakan ini lah pemuda yang sesungguhnya,
Jangan terkesan prakmatis, udah lah saudara berkarya aja lah
Jangan lakukan praktek Transaksional, kita jauhi lah pola pola lama semacam itu, lebih baik kita berkolaborasi demi kepentingan bersama Masyarakat Riau
Supriadi juga mengimbau kepada masyarakat Riau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. “Kita harus lebih profesional dalam bersikap dan berkomunikasi, demi kepentingan masyarakat Riau,” ujarnya.
Supriadi juga mengingatkan tentang peristiwa kelam yang terjadi di beberapa tahun lalu yang disebabkan oleh komentar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. “Jangan sampai peristiwa itu terjadi lagi katanya.
Dalam kesempatan ini, Supriadi juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Riau dapat menjadi lebih bijak dalam menggunakan media sosial. “Kita harus menjadi agen perubahan yang positif dan membangun, bukan agen yang menimbulkan kegaduhan dan kebencian,” pungkasnya.
✍️Isar Topankk













