Example 728x250
Berita

Perambahan Hutan XIII Koto Kampar Diduga Kebal Hukum – LBLK Kampar Mengamuk, Publik Menggigil: “Jangan Tunggu PLTA Roboh!

30
×

Perambahan Hutan XIII Koto Kampar Diduga Kebal Hukum – LBLK Kampar Mengamuk, Publik Menggigil: “Jangan Tunggu PLTA Roboh!

Sebarkan artikel ini

Kampar – Aroma skandal kehutanan kembali menyengat Kabupaten Kampar. Aktivitas perambahan hutan yang diduga dilakukan secara bebas dan terang-terangan di Kecamatan XIII Koto Kampar kini memasuki babak yang mengerikan. Sebuah video berdurasi singkat yang diunggah akun TikTok mataxpos.com menampilkan tumpukan kayu gelondongan hasil tebang liar – pemandangan yang cukup untuk membuat publik terpana sekaligus murka. Senin (8/12/25).

Gelombang kemarahan tidak lagi dapat dibendung. Datuk Eri Bakri, Panglimo Laskar Bumi Lancang Kuning (LBLK) Kampar, langsung mengeluarkan perintah atau mengutuk keras kepada seluruh panglimo bunsu di tingkat kecamatan untuk turun ke lokasi. Instruksinya hanya satu: pastikan, benarkan, dan bongkar siapa pelakunya.

“Ini bukan lagi kelalaian. Ini pembiaran! Hutan kita hampir gundul. Ini bencana buatan manusia. Harus dihentikan sebelum semuanya terlambat!” tegas Datuk Eri Bakri.

Video yang memperlihatkan kayu gelondongan berserakan di tengah hutan itu langsung melejit dan memicu ribuan komentar pedas. Publik menilai ada sesuatu yang “tidak beres” -bahkan diduga ada kekuatan yang membuat kegiatan ini seolah kebal hukum.

Dua komentar paling menyengat datang dari warganet.

@Andie_Widjaja: “Beberapa bulan lalu saya menyisiri Danau PLTA Koto Panjang. Bukit di sekelilingnya menggenaskan… sudah jadi kebun sawit.”

@snake_cool: “Ini sudah lama. Aparat Kampar tutup mata. Tunggu saja banjir bandang.”

Dampak lingkungan bukan satu-satunya ancaman. Perambahan hutan di hulu Sungai Kampar dinilai telah menyentuh level kritis yang bisa mengancam stabilitas PLTA Koto Panjang – sumber pasokan listrik dan air bagi masyarakat luas.

Laskar Bumi Lancang Kuning (LBLK) Kampar dt Eri Bakri, menyampaikan, peringatan yang membuat bulu kuduk merinding.

“Jangan tunggu PLTA Koto Panjang roboh baru kita bergerak.”

Pernyataan ini memunculkan bayangan mengerikan: jika hulu Sungai Kampar rusak parah, tidak ada yang bisa menjamin bahwa bencana besar tidak sedang mengintai.

Datuk Eri Bakri kembali menegaskan komitmennya kepada seluruh jajaran LBLK Kampar dan kepada Datuk Sariban, Panglimo Bunsu XIII Koto Kampar Hulu, untuk memastikan dugaan perambahan ini benar-benar diselidiki sampai tuntas.

“Jika hulu rusak, jangan salahkan alam nanti. PLTA bisa terancam. Saya siap berada di garda depan.”

LBLK menilai bahwa kerusakan pada skala seperti ini mustahil terjadi tanpa adanya kelonggaran pengawasan. Publik pun semakin curiga: siapa yang sebenarnya bermain di balik kerusakan ini?

Sumber. LBLK. Kampar
✍️My team.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *