Example 728x250
AgamaNasionalSosial

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Sama dengan Pemerintah pada 10 April 2024

18
×

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Sama dengan Pemerintah pada 10 April 2024

Sebarkan artikel ini

GARUDASAKTI ID – Jakarta – Hari raya Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 Hijriah diperkirakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir jatuh pada 10 April 2024, atau ada kesamaan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Insya Allah Muhammadiyah akan ber-Idul Fitri pada 10 April 2024 dan sepertinya Idul Fitri akan sama antara pemerintah dan Muhammadiyah, kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (6/4) disitat dari Antara.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu bingung meski ada perbedaan awal Ramadhan Muhammad dan pemerintah tahun ini.

“Ramadhan-nya beda tapi Idul Fitri-nya sama karena ada perbedaan cara penentuannya,” jelas Haedar.

Terlepas sama maupun berbeda, Haedar meyakini seluruh lapisan masyarakat mampu menjaga toleransi.

“Sama maupun berbeda insya Allah kita sudah masuk pada fase saling memahami dan toleransi,” ujar dia.

Untuk menyatukan dan mengakhiri masalah perbedaan itu, Muhammadiyah terus mengampanyekan terwujudnya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Menurut dia, KHGT diharapkan tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia sehingga perbedaan itu tidak terus terulang.

“Sehingga nanti satu tanggal baru itu berlaku untuk di semua negara. Seperti kalender masehi yang tidak ada perbedaan,” kata dia.

Apabila masih terus menggunakan kalender sesuai dengan negara masing-masing, Muhammadiyah memandang perbedaan dalam menentukan waktu-waktu penting umat Islam kemungkinan besar akan terus terjadi.

Dalam kesempatan itu, Haedar berharap praktik ibadah selama Ramadhan mampu menumbuhkan sikap masyarakat dalam menghormati perbedaan.

Puasa Ramadhan, menurut dia, sejatinya bukan sekadar mengubah waktu makan, namun juga meningkatkan ketakwaan dan kesalehan umat Islam.

“Kesalehan dalam pandangan Muhammadiyah tidak hanya berlaku pada pribadi atau individu, tetapi juga pada keluarga, sosial-masyarakat, bahkan sampai pada kesalehan bernegara dan antarbangsa,” kata dia.

Editor : ADR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *